- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
TINS–Perminas Garap REE di Bangka Belitung, Groundbreaking di Tanjung Ular Mei 2026
Kredit Foto: Facebook/PT Timah Tbk
Dalam struktur kerja sama tersebut, PT Timah akan menyediakan bahan baku dan menjamin stabilitas pasokan, sedangkan Perminas bertindak sebagai offtaker sekaligus pelaksana hilirisasi.
“PT Timah menyiapkan ketersediaan bahan baku dan infrastruktur, serta menggaransi volume dan penjadwalan pasokan."
"Perminas akan melakukan proses hilirisasi logam tanah jarang tersebut,” jelas Suhendra.
PT Timah juga mencatat potensi REE yang cukup besar di wilayah konsesinya.
Berdasarkan kajian bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), potensi indikatif monasit sebagai bahan utama logam tanah jarang di IUP PT Timah diperkirakan mencapai 1,2 juta ton.
“Berdasarkan hasil penelitian bersama ITB, potensi indikatif monasit di IUP PT Timah berada pada kisaran 1,2 juta ton."
Baca Juga: PT Timah Kejar Produksi 30 Ribu Ton pada 2026
"Potensi ini akan kami validasi melalui eksplorasi lanjutan di titik-titik tertentu,” ucapnya.
Pengembangan REE tersebut menjadi bagian dari strategi PT Timah meningkatkan nilai tambah mineral ikutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok mineral kritis global. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement