Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -
Konflik yang berkecamuk di Timur Tengah terus menunjukkan eskalasi yang kompleks dan berikut adalah rangkuman perkembangan terbaru dari krisis di wilayah Teluk, mulai dari seruan perdamaian global hingga ketegangan militer yang terus memanas seperti disitat dari AFP.
- Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV, menyatakan harapannya agar Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengambil langkah nyata untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Ia menyerukan agar seluruh tindak kekerasan segera dihentikan. "Saya mendapat kabar bahwa Presiden Trump baru-baru ini menyatakan keinginannya untuk mengakhiri perang. Semoga beliau sedang mencari jalan keluar," ujar Paus kepada wartawan.
- Sementara itu, pihak otoritas Lebanon melaporkan bahwa serangan udara Israel telah menghantam area di dekat jalan utama menuju bandara Beirut. Salah satu serangan menyasar sebuah gedung setelah militer Israel mengeluarkan peringatan akan menggempur "fasilitas Hizbullah" di lokasi tersebut. Jalan raya ini merupakan urat nadi vital karena menjadi satu-satunya akses menuju fasilitas penerbangan penumpang internasional di negara itu.
- Perdana Menteri Benjamin Netanyahu justru menegaskan bahwa Israel akan terus melanjutkan kampanye militernya terhadap Iran. "Kampanye militer ini belum berakhir. Kami akan terus menghancurkan rezim teror tersebut," katanya.
- Sementara dari sisi Teheran, Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Iran sebenarnya memiliki niatan untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Kendati demikian, ia menekankan bahwa Iran menuntut jaminan pasti agar konflik serupa tidak kembali meletus di kemudian hari. Pernyataan Pezeshkian ini langsung memicu respons positif di pasar saham Amerika Serikat dan mendorong penurunan harga minyak dunia.
- Berbeda dengan Pernyataan Presiden Pezeshkian, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang memiliki pengaruh kuat di Iran baru saja melontarkan peringatan keras. IRGC mengancam akan melancarkan aksi balasan yang menargetkan perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka AS seperti Google, Meta, dan Apple, apabila ada lagi pemimpin Iran yang tewas oleh AS.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement