Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba PTBA Ambles 43% di 2025 Imbas Pelemahan Harga Batu Bara

Laba PTBA Ambles 43% di 2025 Imbas Pelemahan Harga Batu Bara Kredit Foto: PTBA
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) melaporkan kinerja keuangan konsolidasian auditan untuk tahun buku 2025 dengan tekanan signifikan pada laba bersih di tengah pelemahan harga batu bara global.

PTBA membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,92 triliun, anjlok 43% secara tahunan (YoY) dari Rp5,1 triliun. Sementara itu, pendapatan yang diraih Rp42,65 triliun, sedikit turun dari Rp42,76 triliun pada tahun sebelumnya.

Penurunan laba terjadi meski volume penjualan meningkat 6%. Hal ini dipicu oleh pelemahan harga batu bara global, baik Newcastle Index yang turun 22% YoY dan ICI-3 melemah 16% YoY, sehingga harga jual rata-rata ikut terkoreksi 6% YoY.

“Di tengah tekanan harga batu bara global sepanjang 2025, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) tetap mampu mempertahankan kinerja operasional yang solid. Perseroan juga mencatat perbaikan profitabilitas secara kuartalan, didorong oleh optimalisasi portofolio pasar ekspor dan peningkatan efisiensi biaya. Kinerja tersebut tercermin dari pertumbuhan volume produksi dan penjualan yang tetap positif,” kata Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail.

Dari sisi pasar, penjualan domestik mendominasi dengan porsi 54%, sementara ekspor menyumbang 46%. Lima negara tujuan ekspor terbesar meliputi Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.

Di sisi biaya, beban pokok pendapatan meningkat 5% YoY menjadi Rp36,39 triliun, seiring kenaikan volume produksi batu bara sebesar 9% YoY dan angkutan yang naik 6% YoY.

Selain itu, kenaikan biaya juga dipengaruhi oleh peningkatan harga bahan bakar akibat pencabutan subsidi FAME dan implementasi kebijakan B40, yang mendorong harga BBM naik 13% YoY.

Dari sisi neraca, total aset PTBA meningkat 5% menjadi Rp43,92 triliun dari Rp41,79 triliun, didorong kenaikan aset tidak lancar sebesar 12% atau Rp3,12 triliun. Sementara itu, liabilitas naik menjadi Rp21,30 triliun dari Rp19,14 triliun akibat peningkatan pinjaman bank. Ekuitas tercatat relatif stabil di Rp22,62 triliun dari Rp22,64 triliun.

Belanja modal hingga akhir 2025 terealisasi sebesar Rp4,55 triliun, yang mayoritas dialokasikan untuk pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim–Kramasan.

Baca Juga: PTBA Minta Tambang Ilegal Diberantas dan Evaluasi Kebijakan DMO

Baca Juga: PTBA Panen Raya Padi Kalium Humat di Muara Enim

“PTBA terus memperkuat strategi cost leadership sebagai fondasi utama dalam menjaga kinerja di tengah dinamika pasar global. Meskipun harga batu bara mengalami tekanan sepanjang tahun, Perseroan tetap menunjukkan resiliensi dengan kinerja yang positif," kata Corporate Secretary Division Head, Eko Prayitno.

"Dengan dukungan strategi pemasaran yang adaptif dan efisiensi operasional yang berkelanjutan, Perseroan optimistis dapat memanfaatkan momentum perbaikan harga ke depan sekaligus memperluas portofolio usaha yang berkelanjutan," pungkasnya. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement