Ancaman 'Structural Oversupply' 2035, Inalum Proyeksikan Harga Aluminium Tertekan Hebat
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Ketahanan Cadangan Bauksit Nasional
Selain isu harga, Inalum menyoroti ancaman terhadap umur keekonomian cadangan bauksit Indonesia. Menurut Melati, jika rencana ekspansi 15 perusahaan smelter terus berjalan tanpa kendali, ketahanan cadangan bauksit terbukti di dalam negeri diprediksi akan menyusut tajam.
"Peningkatan kapasitas ini akan menambah tekanan pada cadangan bauksit Indonesia karena intensitas penggunaan dari smelter alumina refinery dalam hal ini berpotensi menurunkan ketahanan cadangan bauksit terbukti dalam negeri hingga kurang dari 10 tahun pemakaian dan total cadangan bauksit hingga 28 tahun pemakaian," tegas Melati. Padahal, investasi smelter membutuhkan kepastian umur keekonomian setidaknya hingga 30 tahun.
Belajar dari Fenomena Nikel
Sebagai bahan evaluasi, Inalum mengajak pemerintah dan parlemen untuk mengambil pelajaran dari strategi hilirisasi nikel yang sempat mengalami tekanan harga akibat produksi masif. Melati mencatat fluktuasi penawaran dan permintaan telah menyebabkan harga nikel turun hingga hampir 50% sejak tahun 2022.
"Tentunya kami tidak ingin hal yang sama terjadi pada aluminium jika kita melakukan pola yang sama seperti nikel maka potensi ke depannya justru kita akan menurunkan harga aluminium smelter dan secara cepat menghilangkan ketahanan kapasitas bauksit cadangan bauksit kita," ujarnya.
Baca Juga: Topang Kas Negara dan Daerah, Inalum Setor Pajak Rp1,09 Triliun Sepanjang 2025
Melalui paparan data Forecast tersebut, Inalum merekomendasikan perlunya kebijakan moratorium terhadap pembangunan alumina refinery dan smelter aluminium baru.
Hal ini dinilai krusial untuk memastikan keseimbangan Supply dan Demand serta menjaga agar industri aluminium nasional tidak sekadar menjadi eksportir komoditas berlebih dengan nilai tambah yang tidak optimal di pasar global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait:
Advertisement