Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Serikat Buruh Nilai Kebijakan WFH Berpotensi Pindahkan Beban Biaya ke Pekerja

Serikat Buruh Nilai Kebijakan WFH Berpotensi Pindahkan Beban Biaya ke Pekerja Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) satu hari dalam sepekan.

Presiden ASPIRASI Mirah Sumirat mengatakan, penerapan WFH harus mempertimbangkan keadilan antar-pekerja/buruh agar tidak menimbulkan kesenjangan.

"Dan perlu dikaji secara menyeluruh, terutama dari sisi dampak ekonomi terhadap pekerja/buruh," ujar merah dalam keterangannya kepada Warta Ekonomi, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, tanpa skema perlindungan jelas, kebijakan ini berpotensi mengalihkan beban biaya dari negara dan perusahaan kepada pekerja/buruh.

Mirah menyampaikan pengalaman saat pandemi Covid-19, ketika pekerja/buruh yang menjalankan WFH mengalami kenaikan pengeluaran rumah tangga, khususnya untuk listrik dan internet. 

Rata-rata tambahan biaya listrik rumah tangga diperkirakan meningkat 10–20%, tergantung penggunaan perangkat kerja seperti laptop, pendingin ruangan, dan pencahayaan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Yaspen Martinus

Advertisement