Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

X Elon Siapkan Fitur Auto-Lock Akun Bahas Kripto, Ini Alasannya!

X Elon Siapkan Fitur Auto-Lock Akun Bahas Kripto, Ini Alasannya! Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

X Milik Elon Musk tengah menyiapkan fitur keamanan baru untuk menekan maraknya penipuan kripto berbasis phishing yang memanfaatkan akun yang diretas.

X Head Product, Nikita Bier mengungkapkan bahwa perusahaan akan secara otomatis mengunci akun yang untuk pertama kalinya menyebut cryptocurrency. Pengguna nantinya diwajibkan melalui proses verifikasi tambahan sebelum dapat kembali memposting.

Baca Juga: Wikimedia Diblokir, Kemkomdigi: Ternyata Error System

Menurut Bier, kebijakan ini dirancang untuk memutus insentif utama di balik serangan phishing kripto. Ia menilai langkah tersebut berpotensi menghilangkan hingga semua motivasi pelaku penipuan.

X, selain memperkenalkan fitur baru ini, juga terus memperkuat sistem keamanan melalui pembersihan bot, pembatasan application programming interface, serta deteksi perilaku mencurigakan.

Langkah auto-lock ini diharapkan dapat menghentikan praktik penipuan dari akarnya, dengan membuat akun hasil peretasan menjadi tidak lagi efektif digunakan untuk menyebarkan scam kripto.

Diketahui, serangan phishing biasanya diawali dengan email phishing yang menipu pengguna agar menyerahkan kredensial akun. Setelah berhasil mengambil alih, pelaku menggunakan akun korban untuk mempromosikan token scam atau proyek kripto palsu.

Kasus terbaru yang menjadi pemicu kebijakan ini melibatkan pengguna yang kehilangan akses akun setelah menerima email palsu berkedok pelanggaran hak cipta. Pelaku menggunakan halaman login tiruan yang sangat mirip dengan aslinya untuk mencuri kode autentikasi dua faktor (2FA).

Setelah akun dikuasai, pelaku langsung mengunci pemilik asli dan mulai menyebarkan promosi kripto palsu. Praktik ini telah lama menjadi masalah, bahkan sejak platform ini masih bernama Twitter.

Beberapa modus penipuan yang sering digunakan antara lain skema “double your money” atau menjanjikan penggandaan kripto, promosi memecoin palsu, airdrop fiktif dengan tautan berbahaya dan impersonasi tokoh terkenal untuk meningkatkan kredibilitas.

Baca Juga: Ikuti Indonesia, Negara Eropa Berlomba Mulai Blokir Medsos untuk Anak

Salah satu kasus paling terkenal terjadi pada 2020. Saat itu, peretas berhasil mengambil alih akun-akun besar, termasuk milik Apple, Barack Obama dan Elon Musk. Para pelaku memanfaatkan akun tersebut untuk mempromosikan giveaway bitcoin palsu dan berhasil mengumpulkan lebih dari US$100.000. Transaksi kripto yang bersifat tidak dapat dibatalkan membuat korban sulit memulihkan dana setelah tertipu. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement