Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Ketergantungan global terhadap kawasan Timur Tengah membuat dampak konflik langsung terasa hingga ke Indonesia.
Tidak hanya jalur distribusi yang terganggu, sejumlah kilang minyak di kawasan Teluk juga terdampak serangan, sehingga memperparah keterbatasan pasokan.
Kenaikan harga plastik sendiri tidak terjadi seketika. Meski konflik sudah berlangsung sejak akhir Februari 2026, dampaknya baru terasa pada awal Maret, seiring stok bahan baku yang mulai menipis dan permintaan meningkat menjelang Lebaran.
Fajar mengungkapkan perubahan pola bisnis mulai terlihat setelah periode libur panjang.
“Sekarang kejadian nih pas begitu kita mulai buka pasar orang-orang sudah mulai belanja sementara bahan baku yang selama ini dibeli itu sudah mulai berubah,” kata Fajar.
Baca Juga: Gaji Menteri Diperkirakan Dipotong 25% untuk Jaga Defisit APBN
Baca Juga: WFH Setiap Jumat Diterapkan, Meutya: Bukan Hari Libur Tambahan
Di tengah tekanan tersebut, industri plastik nasional kini berada dalam kondisi bertahan. Produksi ditekan agar tetap efisien dan tidak merugi.
“Jangan sampai nanti ke standby mode. Kalau standby mode itu sudah kita harus mesin hidup, tapi tidak jalan. Nah, kita masih di survival mode sekarang,” tuturnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: