Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OJK Sebut Tiga Calon Penerbit Siap Masuk Pasar ETF Emas

OJK Sebut Tiga Calon Penerbit Siap Masuk Pasar ETF Emas Kredit Foto: Dwi Aditya Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah memfinalisasi persiapan peluncuran produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas. Hal ini sebagai bagian dari upaya pendalaman pasar modal nasional dan perluasan alternatif investasi bagi masyarakat.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan sejauh ini sedikitnya sudah ada tiga calon penerbit ETF emas. 

Ketiganya tengah menyiapkan produk masing-masing secara paralel mengikuti pengaturan serta panduan yang telah diberikan regulator.

"Dari sisi industri kami telah menerima minat yang konkret setidaknya dari tiga calon penerbit," kata Hasan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026 di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Selain kesiapan produk, kata Hasan, aspek infrastruktur juga terus dimatangkan. Persiapan meliputi sistem perdagangan, mekanisme penyimpanan aset emas, layanan kustodian, hingga proses pencatatan produk di Bursa Efek Indonesia.

Ia menegaskan bahwa pengembangan ETF emas diarahkan agar memenuhi standar operasional setara praktik terbaik global. Beberapa prinsip utama yang menjadi fokus antara lain transparansi harga, keterbukaan informasi likuiditas, serta penguatan perlindungan investor.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah aspek teknis yang tengah diselaraskan, khususnya terkait perlakuan perpajakan atas emas sebagai underlying dalam struktur ETF. 

"Hal ini tentu penting untuk memastikan bahwa produk yang diluncurkan tidak hanya menarik dari sisi investasi, tetapi juga tetap efisien dan kompetitif secara struktural," ungkap dia.

Dengan mempertimbangkan progres yang telah berjalan, OJK pun menargetkan peluncuran ETF emas dapat dilakukan pada Semester I 2026 atau sekitar kuartal II 2026. 

Peluncuran ini, lanjut Hasan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk memastikan kesiapan regulasi, infrastruktur, industri, serta pemahaman investor sebelum produk resmi diluncurkan ke publik.

"Sehingga produk ini nantinya kita harapkan dapat menjadi instrumen yang kredibel dalam mendukung upaya pendalaman pasar dan tersedianya opsi atau alternatif diversifikasi investasi bagi para investor kita," pungkas dia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement