Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Sebut Warga Iran Tak Masalah Dibombardir Amerika Serikat: Demi Kebebasan

Trump Sebut Warga Iran Tak Masalah Dibombardir Amerika Serikat: Demi Kebebasan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serika terus mendorong adanya revolusi untuk menggulingkan pemerintahan dari Iran. Menurutnya, hal tersebut bisa dilakukan ketika adanya gencatan senjata untuk menghentikan perang kedua negara di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata bisa menjadi momen tepat untuk melakukan revolusi di Iran. Meski demikian, ia mengakui langkah tersebut sangat berbahaya untuk dilakukan oleh warga dari Teheran.

Baca Juga: Ultimatum Berakhir Malam Ini, Amerika Serikat Akan Lakukan Serangan Besar-besaran ke Iran

Trump mengatakan bahwa masyarakat di sana menghadapi ancaman serius jika melakukan protes, termasuk risiko ditembak oleh aparat dari Iran. Oleh karenanya, ia dapat memahami ketakutan untuk melakukan revolusi.

"Seharusnya mereka melakukannya, tetapi, sekali lagi, konsekuensinya sangat besar. Maksud saya, mereka diberi tahu, 'Jika kalian protes, kalian akan langsung ditembak,'" kata Trump.

Trump juga mengklaim bahwa pihaknya telah menerima berbagai komunikasi dari warga sipil negara terkait yang meminta agar dirinya tidak mengendorkan tekanan terhadap pemerintahan dari Iran. Meski demikian, ia tak memberikan bukti atau pun detil lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Ia juga menyebut bahwa sebagian warga disebut bersedia menanggung penderitaan akibat rencananya membombardir infrastruktur sipil dari Iran. Ia menilai warga negara tersebut tidak masalah akan hal itu asalkan mendapatkan kebebasan.

"Mereka rela menanggung itu demi kebebasan," kata Trump.

Diketahui, Trump mengancam akan memerintahkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur sipil, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, jika tidak ada kesepakatan untuk mengakhiri perang dalam waktu dekat dengan Iran.

Ia mengklaim bahwa pihaknya mampu menghancurkan seluruh jembatan dan pembangkit listrik hanya dalam beberapa jam jika diperintahkan. Meski demikian, ia menyatakan masih berharap langkah tersebut tidak perlu dilakukan.

Ancaman tersebut disampaikan menjelang tenggat waktu yang ia tetapkan pada Selasa 20.00. Ia menuntut negara terkait untuk menghentikan program senjata nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz. 

Ancaman terhadap infrastruktur sipil memicu kritik dari berbagai pihak yang menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum internasional dan dikategorikan sebagai kejahatan perang. Namun, Trump menolak kritik tersebut dengan menyatakan bahwa ancaman utama justru berasal dari potensi pengembangan senjata nuklir oleh Iran.

Seruan Trump juga menuai perhatian karena berpotensi meningkatkan eskalasi konflik sekaligus menambah risiko terhadap warga sipil. Para analis menilai bahwa dorongan terhadap revolusi, di tengah konflik militer yang masih berlangsung, dapat memperumit situasi dan memperbesar ketidakstabilan di Timur Tengah.

Baca Juga: Gencatan Senjata Tidaklah Cukup, Ini Sejumlah Tuntutan Iran ke Amerika Serikat

Iran sendiri telah menyampaikan respons terhadap proposal perdamaian yang diajukan oleh Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa pihaknya hanya akan menerima penghentian perang secara permanen dengan jaminan tidak akan diserang kembali oleh Israel dan Amerika Serikat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement