Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Donald Trump Klaim Bisa Hancurkan Iran dalam Waktu Satu Malam

Donald Trump Klaim Bisa Hancurkan Iran dalam Waktu Satu Malam Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kemarin melaporkan perkembangan serangan militer AS ke Iran dan kembali melontarkan ancaman keras terhadap Teheran dengan menyebut akan menghancurkan infrastruktur vital milik Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik.

Dalam pernyataannya, Trump mengklaim militer AS memiliki kemampuan untuk melumpuhkan Iran hanya dalam waktu semalam.

"Seluruh negara bisa hancur hanya butuh waktu semalam," kata Trump dalam pidato resminya.

Ia menyebut seluruh jembatan dan fasilitas pembangkit listrik di Iran dapat dihancurkan secara serentak, bahkan memperkirakan dampaknya akan membuat negara tersebut membutuhkan waktu hingga satu abad untuk pulih.

Selain itu, Trump juga mengungkap insiden jatuhnya jet tempur F-15 milik AS yang disebut ditembak menggunakan rudal pencari panas. Ia mengatakan dua awak pesawat terpaksa melontarkan diri sebelum akhirnya mendarat darurat.

Menurut Trump, tim pencarian dan penyelamatan berhasil menemukan pilot dalam gelombang pertama operasi.

Namun, awak kedua yang merupakan perwira sistem persenjataan berpangkat kolonel dilaporkan mendarat di lokasi terpisah, mengalami luka parah, dan terdampar di wilayah pegunungan yang dikuasai milisi Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Trump turut menyoroti kebocoran informasi terkait insiden tersebut. Ia menuding publikasi laporan media telah memberi keuntungan bagi pihak musuh, yang sebelumnya disebut tidak mengetahui adanya personel militer AS yang hilang.

Menanggapi hal itu, Trump mengancam akan mengambil langkah tegas terhadap media dan jurnalis yang terlibat. Ia menyatakan akan menekan pihak-pihak tersebut atas dasar keamanan nasional agar mengungkap sumber informasi, serta memperingatkan kemungkinan hukuman pidana bagi jurnalis yang menolak bekerja sama.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement