Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Para Senator AS Soroti Rekam Jejak BYD yang Masuk Daftar Perusahaan Terafiliasi dengan Militer Asing

Para Senator AS Soroti Rekam Jejak BYD yang Masuk Daftar Perusahaan Terafiliasi dengan Militer Asing Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Para senator dari Amerika Serikat (AS) menyoroti rekam jejak BYD, salah satu raksasa kendaraan listrik China, yang pada bulan Februari lalu sempat dimasukkan ke dalam daftar perusahaan yang diduga berafiliasi dengan militer Beijing.

Para senator baik dari Partai Demokrat dan Partai Republik juga mendesak Presiden Donald Trump melarang produsen mobil asal China membangun pabrik di wilayah AS.

Mengutip laporan Reuters, desakan ini disuarakan oleh Senator Tammy Baldwin, Elissa Slotkin, dan Chuck Schumer.

Mereka mendesak agar pemerintah AS tanpa ragu segera menetapkan BYD dan produsen mobil China lainnya sebagai entitas yang terhubung dengan militer asing.

Baca Juga: Ekonomi Global Terancam, Jamie Dimon Peringatkan Dampak Konflik Panjang Iran-Amerika Serikat

Merespons desakan ini, pihak Gedung Putih mengeluarkan pernyataan yang membantah adanya kompromi terhadap keamanan negara.

"Meskipun pemerintah selalu berupaya mengamankan lebih banyak investasi untuk kebangkitan industri Amerika, anggapan bahwa kami akan mengorbankan keamanan nasional demi hal tersebut adalah tidak berdasar dan salah," kata pernyataan resmi Gedung Putih.

Sentimen anti-otomotif China ini juga mendapat dukungan dari lintas partai. Awal bulan ini, Senator dari Partai Republik asal Ohio, Bernie Moreno, berjanji akan mengajukan rancangan undang-undang untuk menyegel pasar AS secara total.

Ia menegaskan tujuannya agar "tidak akan pernah ada skenario di mana mobil China bisa memasuki pasar kita, baik itu berupa perangkat keras, perangkat lunak, maupun dalam bentuk kemitraan."

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement