Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dulu Diejek, Kini Ditakuti: Kebangkitan Mobil China Bikin Dunia Panik

Dulu Diejek, Kini Ditakuti: Kebangkitan Mobil China Bikin Dunia Panik Kredit Foto: XPeng
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dulu mobil-mobil asal China kerap dipandang sebelah mata. Desain dianggap meniru merek Jepang atau Eropa, kualitas diragukan, dan teknologi dinilai tertinggal jauh. Namun dalam beberapa tahun terakhir, situasinya berubah drastis. Kini justru pabrikan otomotif dunia mulai gelisah menghadapi laju industri mobil China yang berkembang sangat cepat.

Perubahan persepsi itu bahkan diakui langsung oleh petinggi industri otomotif global. CEO Honda Toshihiro Mibe mengaku terkejut setelah melihat langsung perkembangan teknologi otomotif di China. Dia menyebut Honda nyaris tidak punya peluang untuk melawan kecepatan inovasi yang sedang terjadi di sana.

Nada serupa juga disampaikan CEO Ford Jim Farley. Menurutnya, persaingan dengan merek China bukan lagi soal kompetisi biasa, melainkan pertarungan untuk bertahan hidup bagi pabrikan Barat. Pernyataan tersebut menggambarkan betapa seriusnya ancaman yang kini dirasakan merek-merek besar dunia.

Auto China 2026 di Beijing menjadi bukti nyata perubahan tersebut. Pameran otomotif terbesar di dunia itu memperlihatkan bagaimana China bukan lagi sekadar pasar besar, melainkan pusat perkembangan teknologi otomotif global. Mobil listrik, software kendaraan, kecerdasan buatan, hingga sistem otonom dipamerkan dengan level pengembangan yang membuat banyak pesaing tertinggal.

Keunggulan China juga tak lagi sebatas harga murah. Brand seperti BYD, Xiaomi, hingga Huawei kini membawa teknologi yang sebelumnya identik dengan perusahaan teknologi modern. Mobil tak lagi diposisikan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari ekosistem digital yang terhubung dengan smartphone, aplikasi, bahkan perangkat rumah pintar.

Yang membuat dunia makin waswas, perkembangan itu terjadi sangat cepat. Xiaomi misalnya, baru masuk industri mobil listrik pada 2024, namun kini sudah menjadi salah satu merek EV terlaris di China. Pabrik mereka bahkan diklaim mampu memproduksi satu unit mobil setiap 76 detik.

Baca Juga: Ekspor Mobil Listrik China Naik 40 Persen, Asia Jadi Pasar Terbesar

Baca Juga: Teknologi Mobil China Terbaru, Mobil Bisa Ganti Ban Tanpa Pakai Dongkrak

Di sisi lain, dominasi merek Barat di pasar China mulai runtuh. Jika pada 2020 merek asing masih menguasai lebih dari separuh pasar domestik China, kini pangsanya turun drastis. Bahkan di segmen premium, merek lokal mulai menggeser dominasi BMW dan Porsche.

Meski Amerika Serikat dan Eropa mencoba menahan laju ekspansi mobil China lewat tarif tinggi, agresivitas mereka tetap sulit dibendung. Banyak pabrikan global akhirnya memilih berkolaborasi dengan perusahaan China demi mengejar teknologi yang berkembang terlalu cepat untuk dikejar sendiri.

Situasi ini menunjukkan satu hal penting: mobil China kini bukan lagi bahan ejekan. Dalam waktu singkat, mereka berubah menjadi kekuatan baru yang membuat industri otomotif dunia mulai panik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman