Industri Perhiasan Hadapi Hambatan Ekspor, Optimisme Tumbuh dari Pasar Domestik
Kredit Foto: Istimewa
Di tengah dinamika geopolitik global yang penuh tantangan, industri perhiasan turut terdampak dengan terhambatnya ekspor ke Dubai sebagai salah satu pasar utama.
Meskipun demikian, Direktur PT PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) sekaligus Ketua Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI), Eddy Yahya, menegaskan bahwa pelaku industri tetap memandang prospek permintaan dalam jangka menengah secara positif.
Ini disampaikan Direktur Eddy kepada Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan BUMN Ferry Irawan dalam kunjungannya ke PT UBS,salah satu market leader produsen perhiasan emas nasional, pada Selasa (31/03/2026).
Direktur Eddy menambahkan bahwa budaya menabung dan berinvestasi emas di Indonesia telah mengakar kuat, serupa dengan di India. Sehingga mereka optimistis permintaan akan kembali membaik seiring dengan normalisasi kondisi pasar. Direktur Eddy juga menekankan pentingnya penguatan sisi pasokan dalam negeri melalui pengembangan kegiatan usaha bullion.
“Kami berharap kegiatan usaha bullion dapat mendukung ketersediaan bahan baku emas yang lebih efisien dan kompetitif bagi industri,” ujar Direktur Eddy, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Selasa (7/4).
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem emas nasional secara terintegrasi. “Pemerintah akan terus mengkonsolidasikan kesinambungan hulu hingga hilir, sehingga daya saing ekosistem emas secara keseluruhan dapat terus kita tingkatkan,” pungkas Deputi Ferry.
Selain itu, Direktur Eddy juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai kebijakan Pemerintah, termasuk implementasi Bea Keluar emas yang dinilai memberikan dukungan terhadap penguatan industri dalam negeri.
Di sisi lain, APPI juga menyampaikan sejumlah masukan strategis kepada Pemerintah, khususnya dalam rangka penyempurnaan kebijakan perpajakan dan penguatan struktur pasar emas domestik.
Baca Juga: Harga BBM Berpotensi Naik Meski Perang Usai
Baca Juga: Avtur Melonjak 70%, Pemerintah Siapkan Strategi Jaga Tiket Tetap Terjangkau
Pemerintah menyambut baik berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya bersama untuk menciptakan sistem perpajakan yang lebih efisien, mendukung iklim usaha, serta memperkuat daya saing industri perhiasan nasional secara berkelanjutan.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan pelaku industri dalam mendorong pengembangan kebijakan yang lebih komprehensif, termasuk dalam aspek perpajakan, penguatan rantai pasok, serta integrasi dengan kegiatan usaha bullion, sehingga industri perhiasan nasional dapat tumbuh lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement