Kredit Foto: Cita Auliana
Sementara, MD Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia Rohan Hafas menekankan, proyek ini merupakan lompatan besar bagi budaya pengelolaan sampah di tanah air.
Selama ini, 50 persen sampah di Indonesia masih berakhir di jalanan dan sungai, karena kendala iuran pengangkutan sampah.
"Kita adalah masyarakat yang baru pertama kali, masyarakat keseluruhan ya, baru pertama kali mengurusi sampahnya menjadi proper."
"Inilah yang dilakukan oleh Danantara untuk memulai sampah itu masalah serius sekarang-sekarang ini," tutur Rohan.
Rohan juga menjelaskan, PSEL tidak hanya bertujuan menghasilkan listrik, tetapi lebih kepada perbaikan ekologi.
Jika 33 pabrik PSEL di ibu kota provinsi telah berjalan, sebanyak 400.000 ton sampah per tahun dapat diolah, mengurangi emisi gas CO2 sebesar 360.000 ton, serta menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 130.000 orang.
Baca Juga: Menteri LH Percepat PSEL, Ubah Timbulan Sampah Jadi Energi Bersih
Setelah pengerjaan di Bali, Bekasi, dan Bogor dimulai, Danantara berencana melanjutkan pengembangan proyek tahap kedua di 25 kota lainnya.
Targetnya, unit pertama dari proyek ini dapat mulai beroperasi (Commercial Operation Date/COD) pada akhir 2027 atau awal 2028. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: