Kredit Foto: Cita Auliana
Fadli menambahkan, nilai investasi untuk masing-masing proyek di tiga lokasi tersebut berkisar antara Rp2,5 triliun hingga Rp2,8 triliun.
Terkait skema pendanaan, proyek ini menggunakan kombinasi utang dan modal (mix debt-to-equity) dengan porsi utang sebesar 70 persen, yang berasal dari penanaman modal asing (Foreign Direct Investment).
Struktur kepemilikannya terdiri dari 70 persen partner strategis dan 30 persen Danantara.
Dari sisi operasional, PSEL ini menggunakan teknologi air pollutant controlled incinerators dengan suhu pembakaran di atas 850 derajat Celsius, untuk memastikan zat berbahaya seperti dioksin terurai sempurna.
Fadli menjamin emisi yang dihasilkan akan sangat aman bagi lingkungan.
"Standar udara yang keluar dari PSEL kita itu justru di atasnya (standar Eropa), bahkan ada yang sampai dua kali lipat lebih baik," ungkap Fadli.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: