Kredit Foto: Istimewa
Peningkatan jumlah dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong kebutuhan akan pemasok dari kalangan pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah menekankan pentingnya hadirnya UMKM yang sehat, kuat, dan berdaya saing dengan kemampuan menyediakan produk berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik saat membuka Workshop Pengembangan Kapasitas Produksi Usaha Mikro Afirmatif Terdampak Bencana dan Peningkatan Kapasitas Usaha Mikro Mendukung Makan Bergizi Gratis di Provinsi Sumatera Barat secara virtual, Rabu (8/4/2026).
“Hal ini menuntut hadirnya pengusaha UMKM yang sehat, kuat, dan berdaya saing, dengan kemampuan menyediakan produk-produk berkualitas,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kementerian UMKM, Jumat (10/4).
Ia menjelaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memulihkan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing pengusaha UMKM di wilayah terdampak bencana.
Melalui kegiatan workshop ini, pemerintah juga mendorong setiap dapur MBG untuk menerapkan kebijakan afirmatif dalam proses pengadaan, dengan mengutamakan pembelian produk-produk lokal hasil pengusaha UMKM.
“Melalui workshop ini diharapkan lahir pengusaha UMKM unggul sebagai pemasok yang kuat dan berdaya saing, siap memenuhi kebutuhan dapur serta menjalin kerja sama dengan SPPG di seluruh Indonesia, khususnya di Sumatera Barat,” kata Riza.
Workshop yang diikuti oleh 200 pengusaha UMKM sektor pangan, pelaku operasional pendukung dapur, dan pengusaha UMKM afirmatif ini merupakan rangkaian kedua dari program Perluasan Keterlibatan UMKM dalam Makan Bergizi Gratis, setelah sebelumnya diawali dengan kegiatan webinar.
Selanjutnya, para peserta akan melalui proses kurasi untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan lanjutan, hingga tahap temu mitra atau business matching dengan SPPG di wilayah Sumatera Barat.
Riza menegaskan, ke depan pengusaha UMKM diharapkan dapat mengambil peran yang lebih besar sebagai bagian penting dalam mendukung program strategis nasional, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Untuk itu, diperlukan kolaborasi erat dan berkelanjutan antara Kementerian UMKM, Badan Gizi Nasional, serta pemerintah daerah dalam menyiapkan pengusaha UMKM yang berkualitas, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, pemenuhan standar keamanan pangan, hingga penguatan tata kelola usaha.
Baca Juga: Dugaan Menu Bermasalah di Program MBG, Dapur Langsung Diperiksa
Baca Juga: GIICOMVEC Jadi Ajang Mobil untuk Kebutuhan MBG
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem MBG yang inklusif dan berkelanjutan, di mana pengusaha UMKM tidak hanya berperan sebagai pendukung, tetapi sebagai mitra strategis yang mampu menyediakan produk pangan yang aman, bergizi, dan berkualitas bagi masyarakat.
“Melalui sinergi antara dukungan afirmasi dan perluasan keterlibatan pengusaha UMKM dalam program MBG, diharapkan pengusaha UMKM terdampak bencana tidak hanya mampu bangkit, tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan dan semakin berdaya saing,” ujar Riza.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya