Kredit Foto: Antara/Henry Purba
Bank Indonesia (BI) memprakirakan kinerja penjualan eceran akan meningkat dalam tiga hingga enam bulan ke depan, seiring penguatan konsumsi domestik dan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat pada berbagai momentum nasional sepanjang 2026.
Proyeksi tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Mei dan Agustus 2026 yang masing-masing tercatat sebesar 147,2 dan 162,4, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan pelaku usaha ritel tetap optimistis terhadap permintaan dalam jangka pendek hingga menengah.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan bahwa peningkatan ekspektasi tersebut didorong oleh faktor musiman serta aktivitas ekonomi yang meningkat di berbagai periode penting.
“Responden memprakirakan penjualan eceran pada tiga dan enam bulan yang akan datang meningkat, sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat pada berbagai momentum ekonomi,” ujar Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).
Secara rinci, peningkatan ekspektasi penjualan pada Mei 2026 dipengaruhi oleh naiknya aktivitas masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk Iduladha, serta rangkaian hari besar keagamaan lainnya. Momentum tersebut secara historis mendorong konsumsi rumah tangga, khususnya pada kelompok makanan, minuman, sandang, serta kebutuhan musiman lainnya.
Sementara itu, ekspektasi penjualan pada Agustus 2026 diproyeksikan meningkat lebih tinggi, didorong oleh peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) dan dimulainya tahun ajaran baru. Kedua momentum ini secara konsisten mendorong peningkatan belanja masyarakat, baik untuk kebutuhan pendidikan, konsumsi rumah tangga, maupun aktivitas sosial lainnya.
Baca Juga: IKK Maret Melandai, BI Pastikan Ekonomi Tetap Solid
Baca Juga: Bos BI Sebut Ruang Penurunan BI Rate Makin Sempit Imbas Perang Timur Tengah
Baca Juga: Likuiditas Masih Longgar, BI Catat Uang Primer Capai Rp2.396,5 Triliun, Tumbuh 16,8%
BI juga mencatat bahwa indeks ekspektasi yang berada di atas level 100 mencerminkan kondisi optimistis pelaku usaha ritel terhadap prospek bisnis ke depan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat tekanan pada beberapa sektor, secara umum pelaku usaha masih melihat peluang pertumbuhan permintaan yang solid.
Selain dari sisi ekspektasi, tren pertumbuhan penjualan eceran juga didukung oleh kinerja historis Indeks Penjualan Riil (IPR). Pada Februari 2026, IPR tercatat tumbuh sebesar 6,5% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan Januari 2026 sebesar 5,7% (yoy). Peningkatan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada kelompok suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, dan tembakau, serta subkelompok sandang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: