Kredit Foto: Dok. BPMI
Hubungan Indonesia dan Rusia menunjukkan lonjakan signifikan dalam waktu singkat, namun di balik kemajuan itu masih tersisa sejumlah pekerjaan yang belum sepenuhnya rampung. Presiden Prabowo Subianto pun mengakui bahwa meski mayoritas kerja sama berjalan cepat, ada beberapa sektor yang perlu segera dikebut.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung di hadapan Presiden Vladimir Putin dalam pertemuan bilateral di Kremlin, yang menjadi simbol penguatan hubungan kedua negara. Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa kerja sama RI–Rusia telah memasuki fase yang lebih intens dan produktif.
Dalam beberapa bulan terakhir, Prabowo aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak dari Rusia, mulai dari pejabat pemerintah hingga perusahaan. Interaksi tersebut berlangsung baik di Jakarta maupun di Moskow dan menghasilkan pembicaraan yang dinilai konkret.
“Saya baru saja bertemu beberapa pejabat dari Rusia dan beberapa perusahaan dari Rusia. Saya sangat berterima kasih karena pembicaraannya sangat produktif,” ujar Prabowo dikutip dari YouTUbe Sekretariat Presiden.
Ia menegaskan hampir seluruh kesepakatan yang dibangun sebelumnya kini menunjukkan perkembangan pesat di berbagai sektor. Hal ini menjadi indikator bahwa hubungan bilateral kedua negara tidak lagi stagnan, melainkan bergerak cepat.
“Hampir semua bidang yang kita sepakati beberapa bulan yang lalu mengalami kemajuan pesat,” ucapnya.
Namun, di tengah capaian tersebut, Prabowo tidak menutup adanya sejumlah kendala yang masih menghambat percepatan kerja sama. Ia bahkan menegaskan akan turun langsung untuk memastikan hambatan tersebut segera teratasi.
“Ada satu-dua yang perlu kita percepat, saya akan segera menangani sendiri,” kata Prabowo.
Dari sisi Rusia, Putin menyambut positif perkembangan hubungan dengan Indonesia dan menilai kemitraan yang terjalin memiliki bobot strategis. Ia bahkan menyebut hubungan kedua negara kini semakin konkret setelah sebelumnya disepakati sebagai kemitraan strategis.
“Beberapa waktu lalu kita telah menerima deklarasi mengenai kemitraan strategis. Saya sangat senang kita melaksanakan langkah-langkah yang memberi makna dan isi yang cukup besar untuk hubungan kedua negara,” kata Putin.
Putin juga menyoroti peningkatan kerja sama di sektor ekonomi dan perdagangan yang terus menunjukkan tren positif. Nilai perdagangan antara Indonesia dan Rusia bahkan disebut mengalami kenaikan hingga 12 persen.
Ia menambahkan bahwa kedua negara kini memprioritaskan penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis. Mulai dari energi, antariksa, pertanian, industri, hingga farmasi dan pendidikan menjadi fokus pengembangan ke depan.
“Antara lain, kita bicara mengenai kerja sama di bidang energi, di bidang antariksa, juga di bidang pertanian, di bidang penghasil industri serta di bidang farmasi. Kami memberikan makna besar untuk mengembangkan kerja sama di bidang humaniter, antara lain di bidang pendidikan,” ujar Putin.
Kombinasi kemajuan pesat dan komitmen untuk menyelesaikan hambatan yang ada, hubungan Indonesia dan Rusia kini bergerak ke arah yang lebih solid. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kemitraan kedua negara tidak hanya berkembang cepat, tetapi juga terus diperkuat untuk jangka panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement