Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Soal Unggahan Bagai Tuhan, Wapres Amerika Serikat: Itu Bentuk Humornya Trump

Soal Unggahan Bagai Tuhan, Wapres Amerika Serikat: Itu Bentuk Humornya Trump Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Washington dibuat heboh oleh unggahan kontroversial dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Banyak pihak mengecam unggahan sang presiden yang menggambarkan dirinya bagai tuhan, namun postingan tersebut disebut sebagai guyon belaka.

Wakil Presiden Amerika Serikat, James David Vance mengatakan bahwa postingan sang presiden merupakan lelucon belaka. Dihapusnya postingan itu menurutnya karena banyak pihak tak memahami cara guyon dari Trump.

Baca Juga: Amerika Serikat Heboh Soal Gambar Dirinya Bagai Tuhan, Donald Trump: Itu Saya sebagai Dokter

“Saya pikir presiden mengunggah lelucon dan, tentu saja, dia menghapusnya karena dia menyadari bahwa banyak orang tidak memahami humornya dalam hal itu,” kata Vance.

Menurut Vance, unggahan sang presiden merupakan caranya mengekspresikan diri. Trump menurutnya merupakan orang yang apa adanya dan sering mencampuradukan banyak hal dalam media sosialnya.

“Saya pikir presiden suka mencampuradukkan berbagai hal di media sosial. Saya sebenarnya berpikir itu adalah salah satu hal baik tentang presiden ini, yaitu dia tidak disaring,” kata Vance.

Sebelumnya,  Trump buka suara terkait dengan unggahan kontroversial yang menampilkan dirinya sebagai figur mirip Yesus. Hal itu diketahui mengundang kecaman dari berbagai pihak.

Trump mengunggah post terkait pada Minggu. Dalam gambar bergaya lukisan tersebut, ia terlihat mengenakan jubah putih, memegang bola bercahaya, dan menyentuh kepala seorang pria seperti sedang menyembuhkan.

Latar belakang menampilkan elemen simbolik seperti kembang api, jet tempur, elang hingga Patung Liberty. Visual ini memicu interpretasi bahwa Trump digambarkan sebagai figur ilahi. Unggahan tersebut akhirnya dihapus pada Senin.

Namun postingan itu terlanjur viral dan mengundang kecaman dari berbagai pihak. Ia dituduh secara sengah telah melakukan penistaan agama. Namun hal itu sendiri dibantah oleh Trump. Ia membantah bahwa gambar tersebut memiliki makna religius.

“Saya kira itu gambaran saya sebagai dokter dan ada hubungannya dengan Palang Merah. Seharusnya itu menggambarkan saya sebagai dokter yang membuat orang sembuh. Dan saya memang membuat orang sembuh,” katanya.

Ia juga mengaku baru mengetahui kontroversi yang muncul setelah unggahan tersebut ramai diperbincangkan. Adapun unggahan terbarunya ini mendapat kecaman dari berbagai pihak. Profesor Sejarah Seni University of Michigan, Brendan McMahon menyoroti bagaimana gambar tersebut menggambarkan sang presiden bermandikan cahaya terang yang digunakan untuk menandakan keilahian dalam banyak karya seni religius selama berbagai abad. Cahaya juga terpancar dari tangan Trump.

"Ini meminjam dari tradisi panjang citra dalam agama sebagai penyembuh. Dari segi gaya, tampaknya ini mengarah pada realisme sosial periode antarperang di Amerika Serikat," kata McMahon.

Sementara Dewan Penasihat Pemuda Komite Nasional Partai Republik Amerika Serikat, Brilyn Hollyhand menilai bahwa sang presiden telah melakukan penistaan agama. Ia menurutnya tidak menghormati ajaran dari Kristen.

“Ini adalah penghujatan yang sangat besar. Iman bukanlah alat peraga. Trump tidak perlu menggambarkan dirinya sebagai penyelamat ketika rekam jejaknya seharusnya berbicara sendiri," katanya.

Baca Juga: Akan Terus Kecam Operasi Amerika Serikat, Balasan Paus Leo ke Trump: Jangan Salahgunakan Pesan Injil

Eks Atlet Renang, Riley Gaines mengatakan hal serupa dengan mengatakan bahwa dirinya tidak mengerti kenapa sang presiden memposting hal tersebut. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement