Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Korea Utara Uji Senjata Baru: Rudal Bom Klaster hingga Senjata Elektromagnetik

Korea Utara Uji Senjata Baru: Rudal Bom Klaster hingga Senjata Elektromagnetik Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Korea Utara kembali menguji berbagai sistem persenjataan baru, termasuk hulu ledak bom klaster pada rudal balistik dan senjata elektromagnetik, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan perang modern. Hal ini menjadi ancaman terbaru untuk kedamaian dari Semenangjung Korea.

Dikutip dari Korean Central News Agency (KCNA), uji coba ini dilakukan oleh Akademi Ilmu Pertahanan Korea Utara.  Salah satu pengujian melibatkan rudal taktis permukaan-ke-permukaan Hwasongpho-11 Ka. Ia dilengkapi hulu ledak bom klaster dan diklaim mampu menghancurkan target dalam area luas hingga sekitar 7 hektare.

Baca Juga: Bisa Jangkau Amerika Serikat, Korea Utara Uji Mesin Terbaru untuk Rudal ICBM

Korea Utara juga menguji sistem senjata elektromagnetik yang berpotensi melumpuhkan perangkat elektronik militer lawan. Teknologi ini dinilai mampu mengganggu sistem canggih seperti jet tempur siluman dan kapal perang berbasis sistem radar modern.

Pyongyang juga menguji bom berbahan serat karbon yang dapat merusak infrastruktur vital seperti pembangkit listrik dengan menyebarkan material konduktif. Jenis senjata ini sebelumnya telah dikembangkan oleh negara maju seperti Amerika Serikat dan China.

Analis menilai rangkaian uji coba ini merupakan bentuk unjuk kekuatan terhadap lawan dan sekutu dalam kawasan. Langkah ini juga mencerminkan strategi perang asimetris dari Korea Utara. Ia terlihat mengandalkan kombinasi teknologi canggih dan produksi massal.

Militer Korea Selatan sendiri menyatakan bahwa beberapa rudal balistik telah diluncurkan dalam beberapa hari terakhir dari Korea Utara. Hal ini menyusul ketegangan antara Pyonyang dan Seoul.

Korea Selatan diketahui sudah dianggap sebagai musuh utama dari Korea Utara. Hal tersebut memupus harapan meredanya ketegangan di Semenangjung Korea. Pengembangan senjata berbasis teknologi elektromagnetik dan bom serat karbon dinilai akan memperumit strategi pertahanan dan ancaman konflik di kawasan kini semakin kompleks dan berpotensi meluas.

Sebelumnya, Korea Utara kembali menunjukkan kemajuan teknologi militernya dengan menguji mesin roket bahan bakar padat yang diduga dirancang untuk rudal balistik antarbenua (ICBM). Hal tersebut menjadi sorotan dari Korea Selatan.

Badan Intelijen Korea Selatan (NIS) menilai mesin baru tersebut memiliki daya dorong lebih besar dibandingkan model sebelumnya yang diuji pada 2024. Hal ini tak hanya bisa mengancam negaranya namun juga hingga Amerika Serikat.

Baca Juga: Intelijen Korea Selatan Bongkar Siapa Penerus Kim Jong Un di Korea Utara

Menurutnya, mesin sebelumnya sudah dinilai mampu menjangkau seluruh wilayah daratan dari Washington. Dengan peningkatan terbaru, rudal itu berpotensi membawa beban lebih berat, termasuk kemungkinan beberapa hulu ledak sekaligus. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar