Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Optimistis Perang Iran Segera Usai, Pakistan Jadi Penengah

Trump Optimistis Perang Iran Segera Usai, Pakistan Jadi Penengah Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran kembali jadi perhatian setelah Presiden AS Donald Trump menyebut perang melawan Iran sudah hampir berakhir. Pernyataan itu muncul di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung dan belum menghasilkan kesepakatan final.

Trump menyampaikan keyakinannya dalam wawancara dengan Fox Business yang dijadwalkan tayang pada Rabu. Dalam cuplikan yang dibagikan di platform X, ia mengatakan konflik tersebut sudah sangat dekat dengan akhir.

“Saya pikir ini hampir berakhir, ya. Maksud saya, saya melihatnya sudah sangat dekat dengan berakhir,” kata Trump kepada pembawa acara Maria Bartiromo dikutip dari Anadolu.

Ia juga menambahkan bahwa Iran dinilai ingin membuat kesepakatan.

Trump mengaitkan situasi itu dengan kondisi Iran yang menurutnya akan kesulitan membangun kembali negara jika konflik terus berlanjut. Ia menyebut pembicaraan kemungkinan masih akan berjalan dan membuka peluang adanya kesepakatan baru.

Pernyataan Trump datang ketika pembicaraan antara AS dan Iran sedang berlangsung di Islamabad, Pakistan. Negosiasi itu digelar pada akhir pekan dengan tujuan mengakhiri perang secara permanen.

Pakistan memainkan peran penting sebagai penengah dalam proses tersebut. Negara itu sebelumnya juga membantu mendorong gencatan senjata dua minggu yang dimulai pada 8 April dan sejauh ini masih bertahan.

Meski begitu, hasil perundingan di Islamabad belum benar-benar menutup semua perbedaan. Sejumlah laporan menyebut pembicaraan berlangsung intens dan masih menyisakan persoalan yang belum disepakati.

Trump sendiri menunjukkan nada optimistis soal kemungkinan dimulainya kembali pembicaraan langsung antara Washington dan Teheran. Ia bahkan menyebut negosiasi dapat dimulai lagi di Pakistan dalam dua hari ke depan.

Sikap itu memberi sinyal bahwa jalur diplomasi masih terbuka, meski konflik belum resmi dianggap selesai. Dalam situasi seperti ini, pernyataan Trump menjadi penting karena bisa memengaruhi persepsi publik terhadap arah perang.

Di sisi lain, peran Pakistan sebagai mediator ikut mendapat sorotan lebih besar. Negara itu dipandang berhasil menjaga komunikasi di tengah ketegangan yang masih tinggi antara dua pihak yang bertikai.

Bagi AS dan Iran, forum pembicaraan di Islamabad menjadi ruang untuk menguji seberapa jauh kompromi masih mungkin dicapai. Jika pembicaraan lanjutan benar-benar terjadi, maka Pakistan akan kembali memegang posisi strategis dalam proses tersebut.

Trump juga mengulang kesan bahwa Iran tampak membutuhkan jalan keluar diplomatik. Ia menilai situasi saat ini membuat Teheran punya dorongan untuk mencari kesepakatan sebelum konflik makin sulit dikendalikan.

Baca Juga: Trump Kembali Serang Paus Leo, Kini Ungkit Soal Nuklir Iran

Namun, optimisme itu tetap berdiri di atas kondisi yang belum sepenuhnya stabil. Gencatan senjata memang masih berjalan, tetapi kesepakatan damai permanen belum diumumkan oleh pihak-pihak terkait.

Karena itu, pernyataan Trump lebih tepat dibaca sebagai sinyal politik bahwa perang berada di fase akhir, bukan penutupan resmi. Arah selanjutnya masih sangat bergantung pada hasil negosiasi yang tengah disusun di Pakistan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement