Ekonomi RI Melesat: Surplus 70 Bulan, Kemiskinan Turun, 2,7 Juta Pekerjaan Baru
Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Memasuki triwulan II tahun 2026, perekonomian Indonesia semakin menunjukkan kekokohan. Hal ini didukung oleh surplus perdagangan yang telah berlangsung selama 70 bulan berturut-turut, penurunan tingkat kemiskinan, serta bertambahnya lapangan kerja baru.
Di sisi lain, inflasi tetap terkendali dan kepercayaan konsumen berada pada level tinggi. Sektor keuangan juga menunjukkan kinerja solid, tercermin dari pertumbuhan simpanan perbankan dan ekspansi kredit yang stabil.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Focus Group Discussion (FGD) The Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia – Amerika Serikat di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (15/04/2026).
“Tingkat kemiskinan kita turun menjadi 8,25%. Gini ratio kita turun, unemployment kita juga turun. Dan penciptaan lapangan kerja sepanjang tahun 2025 adalah 2,71 juta tenaga kerja baru,” ungkapnya, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Kamis (16/4).
Sejalan dengan penguatan fundamental tersebut, capaian diplomasi ekonomi global Indonesia, terutama selama masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terus diperluas melalui berbagai perjanjian dan kemitraan strategis.
Indonesia berpartisipasi aktif dalam forum global seperti IEU-CEPA, RCEP, I-EAEU CEPA, BRICS, G20, OECD, RCEP, ASEAN, dan CPTPP. Di saat yang sama, negosiasi tarif dengan Amerika Serikat turut membuka peluang peningkatan ekspor industri padat karya dan penciptaan lapangan kerja.
Pemerintah juga terus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral Indonesia dengan berbagai negara mitra. Sejumlah perjanjian telah berhasil diselesaikan, antara lain dengan Jepang, Pakistan, Palestina, Chile, Australia, Mozambik, Korea, Iran, Peru, Kanada, dan Tunisia.
Sementara itu, sejumlah perundingan lainnya masih terus berlangsung, termasuk dengan MERCOSUR, kawasan Teluk (Gulf countries), serta Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Maroko, Turkiye, dan Uzbekistan, yang seluruhnya menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan proses tersebut dalam waktu dekat.
Baca Juga: Kelas Menengah: Penopang Diam-Diam Ekonomi Indonesia di Tengah Badai Global
Baca Juga: Di Tengah Gejolak Timur Tengah, Dunia Justru Percaya Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh
Menutup sambutannya, Menko Airlangga menegaskan bahwa berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok berpendapatan rendah.
Program Makan Bergizi Gratis serta penguatan Koperasi Merah Putih di tingkat desa menjadi bagian dari upaya Pemerintah untuk memperkuat kesejahteraan rakyat, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement