Kredit Foto: Ist
Perkumpulan Pengolah Ikan Pindang (PPIP) mematok strategi ekspansi dan peningkatan daya saing industri pindang nasional di tengah tekanan biaya produksi dan dinamika ekonomi global.
Ketua Umum PPIP Harito menyatakan, organisasi akan mendorong transformasi industri dari pola tradisional menuju pengolahan yang lebih modern dan berstandar, sebagai bagian dari upaya menembus pasar yang lebih luas, termasuk internasional.
“Ikan pindang ke depan tidak hanya dikenal sebagai produk tradisional. Kami dorong inovasi teknologi agar bisa bersaing hingga pasar global,” ujarnya di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Untuk mendukung target tersebut, PPIP menekankan penguatan kualitas produk serta peningkatan efisiensi proses produksi melalui adopsi teknologi pengolahan yang lebih maju.
Di sisi lain, pelaku usaha pindang masih menghadapi sejumlah tantangan struktural, terutama dari sisi hulu hingga hilir rantai pasok yang belum optimal. Ketersediaan bahan baku, biaya operasional, hingga distribusi menjadi faktor yang memengaruhi daya saing industri.
Harito menilai dukungan pemerintah, khususnya dalam aspek permodalan dan penguatan ekosistem produksi, menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan usaha.
“Sinergi dari hulu ke hilir perlu diperkuat, termasuk dukungan pembiayaan agar pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tekanan biaya akibat kenaikan harga bahan bakar dan bahan penunjang operasional kapal, yang berdampak langsung pada harga bahan baku ikan.
Kondisi tersebut dinilai semakin menantang di tengah ketidakpastian ekonomi global yang memengaruhi stabilitas biaya produksi.
Baca Juga: Industri TPT Jadi Pilar Ekonomi, Surplus dan Lapangan Kerja Meningkat
Baca Juga: Indonesia Perkuat Posisi Global dengan Pertumbuhan Konsisten Industri Baja
Baca Juga: Harga Plastik Naik, Industri Didorong Bangun Ketahanan di Tengah Tekanan Global
Sementara itu, Penasehat PPIP M. Zulficar Mochtar menekankan pentingnya konsolidasi pelaku usaha untuk memperkuat struktur industri, khususnya dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha dari skala tradisional menuju skala yang lebih kompetitif.
Menurutnya, pemetaan kemampuan pelaku usaha menjadi langkah penting untuk mendorong kolaborasi dan percepatan peningkatan kapasitas industri secara menyeluruh.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement