- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Ikuti Arahan Prabowo soal Pertumbuhan 8 Persen, Pramono: Tentu Tidak Gampang, Pasti Struggling
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menekankan pentingnya kualitas perencanaan yang matang demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang tangguh.
Hal itu ditegaskan Pramono saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2027.
Pramono menggarisbawahi bahwa arah pembangunan Jakarta pada tahun 2027 harus sejalan dengan visi pemerintah pusat, khususnya dalam menopang target ambisius pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen hingga tahun 2029.
"Pemerintah DKI Jakarta harus mempersiapkan itu untuk bisa mencapai arahan Bapak Presiden. Walaupun dalam kondisi sekarang ini tentunya tidak gampang, pasti akan struggling, akan berat sekali," ungkap Pramono dalam arahannya.
Tugas berat tersebut, menurut Gubernur, datang dari dua tekanan besar yang kini membayangi Jakarta.
Pertama, imbas dari eskalasi konflik geopolitik global yang mengganggu rantai pasok dan memicu volatilitas harga bahan bakar minyak (BBM). Kedua, ancaman cuaca ekstrem El Nino yang diprediksi akan melanda mulai April hingga September mendatang.
"Artinya bahwa dua tekanan ini cepat atau lambat pasti akan memengaruhi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," tegasnya.
Sebagai kota yang menyumbang 16,61 persen terhadap PDB nasional, kesiapan Jakarta dinilai sangat krusial. Merespons potensi krisis tersebut, Pemprov DKI dilaporkan telah menggelar rapat strategis guna menyusun langkah mitigasi agar laju pertumbuhan ekonomi ibu kota tetap terjaga.
Dalam menyusun peta jalan pembangunan 2027, Pramono memaparkan tujuh fokus prioritas yang akan dijalankan oleh Jakarta. Ketujuh fokus tersebut meliputi, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), penguatan ketahanan ekonomi, penciptaan lapangan kerja secara masif, pembenahan tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur yang lebih terarah, penciptaan ekosistem kota yang berkelanjutan dan peningkatan mobilitas dan konektivitas berbasis transit, mengingat transportasi masih menjadi problem utama warga ibu kota.
Di akhir arahannya, Gubernur Pramono menginstruksikan kepada setiap jajaran di wilayah kota administrasi untuk menerapkan pendekatan pembangunan yang tematik.
Ia berharap setiap wilayah dapat menonjolkan keunggulan dan karakteristik unik daerahnya masing-masing guna mendukung transformasi Jakarta.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement