Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kinerja Tertekan, Ancol (PJAA) Rugi Rp38,80 Miliar pada Kuartal I 2026

Kinerja Tertekan, Ancol (PJAA) Rugi Rp38,80 Miliar pada Kuartal I 2026 Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) harus membuka tahun 2026 dengan tekanan kinerja yang cukup dalam. Perseroan mencatat rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp38,80 miliar pada kuartal I 2026, melonjak 247,36% dibandingkan rugi Rp11,17 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Tekanan ini terjadi di tengah penurunan pendapatan. Sepanjang kuartal I 2026, pendapatan usaha tercatat Rp207,57 miliar, susut dari Rp210,79 miliar pada kuartal I 2025.

Kontribusi terbesar masih berasal dari penjualan tiket sebesar Rp126,13 miliar, diikuti hotel dan restoran Rp15,85 miliar, serta pendapatan usaha lainnya Rp66,22 miliar.

Namun, tantangan utama datang dari sisi beban yang meningkat signifikan. Beban pokok pendapatan dan beban langsung naik menjadi Rp151,22 miliar dari sebelumnya Rp136,61 miliar. Kenaikan ini langsung menekan laba bruto yang turun tajam menjadi Rp56,35 miliar, dari Rp74,17 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Tekanan berlanjut di level operasional. Beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp64,71 miliar dari Rp59,43 miliar, sehingga total beban usaha melonjak menjadi Rp70,74 miliar dibandingkan Rp56,76 miliar pada kuartal I 2025.

Akibatnya, kinerja operasional berbalik arah. PJAA mencatat rugi usaha sebesar Rp14,39 miliar, dari sebelumnya masih mencetak laba usaha Rp17,41 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Mantan CEO Anak Usaha Garuda Indonesia Resmi Jadi Direktur Utama Baru Ancol

Baca Juga: Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Putuskan Mundur

Dari sisi neraca, total aset Perseroan per akhir Maret 2026 tercatat Rp3,52 triliun, menurun dari Rp3,63 triliun pada akhir 2025. Liabilitas juga turun menjadi Rp1,7 triliun dari Rp1,77 triliun, sementara ekuitas menyusut menjadi Rp1,82 triliun dari Rp1,86 triliun.

Secara keseluruhan, kombinasi antara pendapatan yang melemah tipis dan lonjakan beban menjadi faktor utama yang menekan kinerja Ancol di awal tahun ini.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement