Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PDRB Jatim Capai Rp3.403 Triliun, Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5%

PDRB Jatim Capai Rp3.403 Triliun, Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5% Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kinerja ekonomi Jawa Timur menunjukan tren positif dengan perolehan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menembus Rp3.403,17 triliun sepanjang tahun 2025. 

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mengatakan bahwa Jawa Timur menjadi kontributor perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi mencapai 25,29% dan 14,40% secara nasional.

Ia menyebut, dari total pertumbuhan ekonomi Indonesia, Jawa Timur memegang porsi 1,6% dengan PDRB di atas Rp3.000 triliun per tahun.

"Jadi kalau datang satu investasi nilainya Rp1 triliun pun itu enggak kelihatan. Karena PDRB kita ini bisa di atas Rp3.000 triliun setahun, itulah sebabnya kita harus banyak sekali mengejar (investasi)," kata Emil dalam Media Briefing di Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026). 

Dari sisi pertumbuhan, ekonomi Jawa Timur pada 2025 tercatat meningkat 5,33 persen, dengan akselerasi pada kuartal IV yang mencapai 5,85 persen. Sektor industri pengolahan menjadi penopang utama, dengan laju pertumbuhan melampaui rata-rata ekonomi provinsi.

"Kalau (ekonomi) Jawa Timur tumbuh 5,33% di tahun 2025, maka industri pengolahan tumbuhnya 5,98%, artinya di atas rata-rata Jawa Timur. Sektor ini membantu mengerek pertumbuhan Jawa Timur ke atas," ucapnya.

Baca Juga: Tiga Kepala Daerah Jatim Diciduk KPK, Emil Dardak: Perlu Pembenahan Sistem Integritas

Emil menegaskan, sektor manufaktur diharapkan tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Hal ini sejalan dengan harapan pemerintah pusat dan para ekonom agar Indonesia tidak mengalami gejala deindustrialisasi.

"Jangan sampai kemudian lebih banyak pengusaha itu enggak berani bikin pabrik," tambahnya.

Dalam upaya memperkuat basis industri, pemerintah provinsi juga mendorong pemerataan pengembangan kawasan manufaktur, termasuk di Kabupaten Nganjuk yang kini mulai dilirik investor.

"Beberapa dekade sebelumnya, tidak banyak yang menganggap Nganjuk sebagai daerah basis industri. Tapi hari ini, Nganjuk sudah menjadi salah satu yang paling diminati untuk mengembangkan industri," urainya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus menarik investasi baru. Sepanjang 2025, realisasi investasi di Nganjuk tercatat mencapai Rp1,6 triliun.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan kemudahan bagi investor guna memperkuat posisi Nganjuk sebagai kawasan industri padat karya.

"Kami terus bersama-sama untuk menjadi katalisator dan juga menjadi salah satu tempat yang paling tepat untuk industri padat karya, agar Kabupaten Nganjuk dan juga Jawa Timur bisa lebih baik lagi," ujar Cahyo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Istihanah

Advertisement