Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Go Private, Saham Emiten Grup Djarum (IBST) Disuspensi BEI

Go Private, Saham Emiten Grup Djarum (IBST) Disuspensi BEI Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perdagangan saham emiten Grup Djarum, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) resmi dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah tersebut menyusul surat Perseroan nomor 016/IBST-CSY/IV/2026 tertanggal 17 April 2026 terkait rencana delisting dan go-private.

Dalam surat itu, IBST menyatakan akan mengubah status dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup secara sukarela, sekaligus mengajukan pembatalan pencatatan saham (voluntary delisting) di BEI.

"Berdasarkan hal tersebut, maka Bursa memutuskan untuk melakukan Penghentian Sementara Perdagangan Efek Perseroan (IBST) di Seluruh Pasar efektif mulai Sesi I Periodic Call Auction tanggal 21 April 2026," kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2, Adi Pratomo Aryanto.

Bursa juga mengimbau seluruh pihak agar terus mencermati setiap keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan. 

Sebagai pengingat, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk melakukan IPO (Initial Public Offering) pada 31 Agustus 2012. Perseroan melepas 154.247.000 saham dengan harga penawaran Rp1.000 per lembar saham dan meraup dana sekitar Rp154,24 miliar.

Pada perdagangan Senin (20/4) sebelum suspensi, saham IBST ditutup melonjak 9,71% ke level Rp8.475. Dalam sepekan, kenaikannya mencapai 32,42%, bahkan dalam satu bulan terakhir telah melesat hingga 88,75%.

Dalam keterbukaan informasi pada Selasa (21/4), manajemen IBST mengungkapkan bahwa rencana go private dan delisting merupakan bagian dari evaluasi strategis bersama PT Iforte Solusi Infotek sebagai pemegang saham pengendali. Iforte sendiri merupakan anak usaha dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Rencana ini dilakukan setelah peninjauan menyeluruh terhadap strategi bisnis jangka panjang Grup TOWR, khususnya dalam upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan aset dan operasional.

Baca Juga: Jelang Delisting, Indointernet (EDGE) Tetapkan Harga Tender Offer Rp11.500

Baca Juga: Suspensi Berkepanjangan hingga Pailit, BEI Ungkap Penyebab 18 Emiten Delisting

"Sejalan dengan pelaksanaan strategi bisnis tersebut, dipandang perlu untuk melakukan restrukturisasi dalam Grup TOWR, termasuk meninjau ulang status kepemilikan saham oleh TOWR (secara langsung maupun tidak langsung) di beberapa anak perusahaan," kata manajemen.

Dengan rencana go private ini, IBST kini berada di jalur transformasi besar yang akan mengubah statusnya dari emiten publik menjadi perusahaan tertutup.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement