Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ekspor Perdana Kakao RI Tembus Prancis, Bukti Hilirisasi Berdaya Saing Global

Ekspor Perdana Kakao RI Tembus Prancis, Bukti Hilirisasi Berdaya Saing Global Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia resmi melepas ekspor perdana produk olahan kakao dan cokelat ke Prancis. Momentum ini menjadi bukti bahwa hilirisasi industri mampu menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus berdaya saing di pasar internasional.

Pelepasan ekspor dilakukan oleh PT Adore Rempah Indonesia (Adore) pada Sabtu, 18 April 2026. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat penetrasi produk olahan pangan Indonesia ke pasar Eropa.

Selain memperluas akses pasar, ekspor perdana ini juga mencerminkan peningkatan kapasitas industri dalam negeri dalam memenuhi standar mutu dan kebutuhan pasar global.

“Pelepasan ekspor perdana ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar produk kakao dan cokelat Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa industri pengolahan dalam negeri mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing tinggi di pasar global,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dikutip dari siaran pers Kemenperin, Selasa (21/4).

Menperin menyampaikan keberhasilan ekspor perdana ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri agro lainnya untuk terus meningkatkan kualitas produk, inovasi, serta memperluas jaringan pemasaran ke mancanegara. “Kami memacu semakin banyak industri nasional yang mampu menembus pasar ekspor melalui produk hilir bernilai tambah, sehingga memberikan kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Sebelumnya, Adore telah berkomitmen sejak tahun 2022 untuk menghadirkan produk olahan agro-industri berkualitas tinggi dari Indonesia ke pasar global secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan ini telah menunjukkan kinerja yang positif dengan peningkatan skala usaha hampir dua kali lipat pada tahun 2023 dan kembali tumbuh dua kali lipat pada tahun 2024. Bahkan, dalam dua bulan pertama tahun 2025, capaian pendapatan perusahaan telah melampaui total pendapatan sepanjang tahun sebelumnya. Setelah sebelumnya berfokus pada vanili, pada 2025 Adore mulai mengembangkan unit pengolahan kakao.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika, menyampaikan bahwa ekspor perdana olahan kakao ini merupakan wujud nyata dari penguatan hilirisasi industri kakao nasional. “Ekspor cocoa butter dan white chocolate ke pasar Prancis ini menunjukkan bahwa industri pengolahan kakao Indonesia semakin mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan berdaya saing global. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memacu hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan oleh Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Merrijantij Punguan Pintaria bahwa penguatan hilirisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan ekspor, tetapi juga memberikan efek berganda bagi sektor hulu, khususnya petani kakao. “Kami terus mendorong keterpaduan antara sektor hulu dan hilir agar tercipta rantai pasok yang berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, termasuk peningkatan kesejahteraan petani kakao,” pungkasnya.

Baca Juga: Selat Hormuz Memanas, Pemerintah Siapkan Jurus Selamatkan Ekonomi Nasional

Baca Juga: Lonjakan Harga Bahan Baku Tekan Industri TPT, Pemerintah Klaim Antisipasi Global

Pelepasan ekspor ini mencerminkan semakin kuatnya kapasitas industri pengolahan kakao nasional dalam menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar internasional, khususnya Eropa. Dengan mengusung tagline “from local cacao farmers to the chef’s choice”, Adore berperan dalam menghubungkan petani kakao lokal dengan kebutuhan pasar global, khususnya para profesional kuliner dan pastry chef.

Kemenperin berharap keberhasilan ini dapat menjadi contoh bagi pelaku industri lainnya untuk terus meningkatkan kualitas produk, inovasi, serta penetrasi pasar ekspor. Pemerintah juga akan terus memberikan dukungan melalui kebijakan, fasilitasi, dan penguatan ekosistem industri guna mendorong pertumbuhan ekspor produk olahan kakao dan cokelat Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement