Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kata Meutya, Perlindungan Anak di Ruang Digital Tak Bisa Hanya Andalkan Platform

Kata Meutya, Perlindungan Anak di Ruang Digital Tak Bisa Hanya Andalkan Platform Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengatakan, perlindungan anak di ruang digital tidak bisa hanya mengandalkan regulasi platform, melainkan harus diperkuat dari peran keluarga sebagai benteng utama.

Keterlibatan aktif orang tua dinilai menjadi kunci dalam menjaga anak dari berbagai risiko internet.

Menurut Meutya, kebijakan pemerintah dan kepatuhan platform digital memang penting, tetapi tidak akan efektif tanpa pengawasan langsung dari orang tua di rumah.

“Meskipun pemerintah sudah meregulasi platform, tidak akan cukup kalau orang tua di rumah tidak aktif menjaga anak-anak,” kata Meutya Hafid dalam Upacara Peringatan Hari Kartini di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).

Sebagai bagian dari upaya perlindungan, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Regulasi ini menjadi dasar menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak Indonesia.

“PP TUNAS ini diterbitkan oleh Bapak Presiden dengan semangat melindungi dan mencintai anak-anak Indonesia,” ujarnya.

Meutya menjelaskan, perlindungan anak juga menjadi bagian dari visi “Terjaga” Komdigi, yang menempatkan perempuan, khususnya ibu, sebagai garda terdepan dalam menjaga keluarga.

“Upaya menjaga ini memang dekat tugasnya dengan ibu-ibu untuk menjaga keluarga."

"Terjaga adalah memastikan anak-anak dan keluarga terlindungi,” jelasnya.

Meutya mendorong perempuan aktif menjadi penggerak perlindungan anak di lingkungan sekitar, termasuk dengan menghadirkan alternatif aktivitas di luar ruang digital, agar anak tidak sepenuhnya bergantung pada internet.

Baca Juga: PP TUNAS Dinilai Jadi Kunci Pulihkan Fokus Belajar Siswa dari Gangguan Adiksi Digital

Meutya juga menyoroti pentingnya kekuatan budaya lokal sebagai modal sosial dalam menjaga anak di era digital, melalui interaksi sosial yang lebih aktif di lingkungan tempat tinggal.

“Mari kita ajak anak-anak kita keluar dan bermain bersama anak-anak di lingkungan tempat kita tinggal,” ajaknya. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus

Advertisement