- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Indonet (EDGE) Kebut Ekspansi Infrastruktur Digital dan Data Center di Tengah Rencana Delisting
Kredit Foto: EDGE
Selain itu, Indonet tengah mengembangkan hyperscale data center campus di kawasan industri GIIC. Proyek tersebut memiliki kapasitas awal 500 megawatt (MW) dan dapat ditingkatkan hingga 1 gigawatt (GW). Fasilitas itu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan hyperscaler serta beban kerja berbasis AI dalam jangka panjang.
Sebagai bagian dari strategi korporasi, Indonet juga mengumumkan rencana delisting sukarela dari Bursa Efek Indonesia. Perusahaan menyebut langkah tersebut diperlukan untuk meningkatkan kelincahan bisnis di tengah persaingan sektor infrastruktur digital yang semakin ketat.
Menurut manajemen, status non-publik diharapkan mempermudah integrasi dengan Digital Edge Group, mempercepat pengambilan keputusan, mengoptimalkan alokasi modal, serta mendukung realisasi investasi jangka panjang.
Baca Juga: DCI Targetkan Data Center E2 Surabaya Beroperasi Penuh Semester I-2026
Baca Juga: DCI Ungkap Lonjakan Permintaan Data Center Dunia, Diproyeksi Meningkat Hingga 10 Kali Lipat
“Rencana delisting ini merupakan langkah strategis untuk memberikan fleksibilitas lebih dalam menjalankan rencana jangka panjang kami. Sebagai bagian dari Digital Edge Group, integrasi yang lebih erat akan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat, optimalisasi alokasi modal, serta keselarasan yang lebih kuat di seluruh platform,” kata Donauly.
Perusahaan juga mengumumkan perubahan kepemimpinan dengan menunjuk Donauly Situmorang sebagai CEO. Andrew Rigoli beralih ke Dewan Komisaris, sementara jajaran direksi lainnya tetap menjalankan fungsi operasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement