Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gagal Tembus Resistensi, Begini Nasib Harga Bitcoin Hari Ini (24/4)

Gagal Tembus Resistensi, Begini Nasib Harga Bitcoin Hari Ini (24/4) Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pasar kripto, khususnya bitcoin, mengalami pelemahan pada perdagangan pagi hari di Jumat (24/4). Penurunan ini terjadi menyusul aset kripto unggulan tersebut gagal menembus resistensi kuat di US$80.000.

Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin baru-baru ini diperdagangkan dalam kisaran dari US$78.000. Penurunan ini terjadi setelah aset kripto terbesar tersebut sempat mencapai level tertinggi di Januari 2026.

Baca Juga: Tether Borong Bitcoin Lagi, Cadangan Tembus 97.000 BTC

Kegagalan menembus level resistensi baru-baru ini memicu aksi ambil untung dari investor. Level ini menjadi area psikologis penting yang selama beberapa waktu terakhir menjadi penghalang kenaikan harga bitcoin.

Sentimen pasar juga dipengaruhi ketegangan global, terutama konflik antara Israel, Amerika Serikat dan Iran. Harga minyak tetap bertahan dalam level tinggi seiring blokade laut oleh Washington di Selat Hormuz.

Amerika Serikat juga mencegat setidaknya tiga tanker berbendera dari Iran di Asia. Washington dilaporkan memaksa kapal-kapal tersebut mengalihkan jalurnya dan menjauh dari posisi mereka dekat wilayahdari India, Malaysia, dan Sri Lanka.

Laporan menyebutkan bahwa salah satu kapal yang dicegat adalah supertanker bernama Deep Sea. Kargo kapal tersebut dilaporkan sebagian bermuatan minyak mentah dan terakhir terdeteksi di lepas pantai dari Malaysia.

Kapal lainnya yang terkena blokade bernama Sevin. Ia juga turut bermuatan minyak mentan dan memiliki kapasitas maksimum 1 juta barel dan membawa muatan berisi hingga sekitar 65%.

Supertanker Dorena juga diketahui menjadi salah satu yang terkena dampak blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Ia membawa penuh sekitar 2 juta barel minyak mentah dan kini dikawal oleh kapal perusak dari Angkatan Laut Amerika Serikat di Samudra Hindia. Kapal ini sebelumnya terdeteksi di lepas pantai dari India.

Di sisi lain, meski gencatan senjata masih berlaku tanpa batas waktu, upaya negosiasi belum menunjukkan kemajuan signifikan. Wakil Presiden Amerika Serikat, James David Vance bahkan membatalkan kunjungannya ke Islamabad. Hal tersebut menyusul tak adanya delegasi yang dikirimkan oleh Iran.

Adapun Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa pihaknya belum menetapkan tenggat waktu baru maupun gencatan senjata lanjutan demi mencapai kesepakatan damai dengan Iran.

Adapun dari sisi teknikal, stabilitas harga bitcoin baru-baru ini dinilai telah mencerminkan kematangan industri kripto yang didukung partisipasi institusional dan regulasi yang lebih jelas.

Chief Executive Officer (CEO) Bitpanda, Lukas Enzersdorfer-Konrad, menilai kenaikan baru-baru ini merupakan tanda kematangan investor kripto. Namun pandangan ini bertolak belakang dengan data derivatif yang menunjukkan funding rate negatif selama sekitar 47 hari berturut-turut, menandakan dominasi sentimen bearish dalam pasar.

Baca Juga: Pakistan Mulai Longgarkan Aturan Soal Bitcoin Cs

Saat ini, pasar kripto masih mencari katalis baru untuk menentukan arah berikutnya. Tanpa dukungan luas dari aset lain atau perbaikan sentimen global, volatilitas diperkirakan tetap tinggi dalam jangka pendek.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: