Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Beijing Isyaratkan Kapal Induk Nuklir Baru, Perkuat Ambisi di Laut China Selatan

Beijing Isyaratkan Kapal Induk Nuklir Baru, Perkuat Ambisi di Laut China Selatan Kredit Foto: Reuters/Thomas Peter
Warta Ekonomi, Jakarta -

China memicu spekulasi mengenai kapal induk keempat yang kemungkinan bertenaga nuklir melalui sebuah video resmi Angkatan Lautnya. Langkah ini menegaskan ambisinya untuk memperkuat kekuatan maritim, mengamankan sumber daya dan memperkuat klaim teritorial di Laut China Selatan.

China melakukan hal tersebut melalui video bertajuk Into the Deep. Video tersebut dirilis menjelang peringatan 77 tahun berdirinya Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA Navy).

Baca Juga: Trump Marah, Sekutu Amerika Serikat Diancam Tarif Besar Gegara Pajak Digital

Dalam video tersebut, muncul karakter fiktif bernama “He Jian”, yang dianggap sebagai permainan kata yang merujuk pada “kapal nuklir” dalam bahasa dari Mandarin.

Kemunculan karakter berusia 19 tahun ini memicu spekulasi bahwa kapal induk baru akan mengikuti urutan penomoran armada yang sudah ada.

China sendiri saat ini telah mengoperasikan tiga kapal induk yakni Liaoning, Shandong dan Fujian. Ketiganya masih menggunakan tenaga konvensional dengan nomor lambung berurutan 16, 17 dan 18.

Spekulasi kapal induk keempat yang bertenaga nuklir menunjukkan lompatan teknologi yang signifikan bagi militer dari China.

Ia telah secara agresif meningkatkan kemampuan militernya, khususnya dalam sektor angkatan laut. Tujuannya adalah membangun “blue-water navy” yang mampu beroperasi jauh dari wilayah domestik.

Video tersebut juga menampilkan berbagai adegan latihan militer dan simulasi serangan di Samudra Pasifik. Hal tersebut menunjukkan kesiapan operasional armada negara tersebut dalam proyeksi kekuatan global.

Pengembangan kapal induk ini berjalan seiring dengan upaya mereka membangun dan memperkuat pulau-pulau di wilayah sengketa, terutama di Laut China Selatan. Strategi ini bertujuan memperluas pengaruh dan kontrol wilayah.

Langkah China memperkuat armada lautnya diperkirakan akan meningkatkan ketegangan dengan negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat. Kemungkinan hadirnya kapal induk nuklir pertama dari negara itu menandai babak baru dalam persaingan kekuatan laut global. Dunia kini memantau perkembangan ini sebagai indikator meningkatnya rivalitas geopolitik di lautan.

Sebelumnya, China menyatakan akan mempercepat pembangunan lebih dari 11.000 pulau yang diklaim sebagai wilayahnya di Laut China Selatan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kekuatan maritim, mengamankan sumber daya alam dan mempertegas klaim teritorial dari Beijing.

Beijing menyebut bahwa pulau-pulau tersebut sebagai frontier strategis untuk pengembangan sumber daya laut dalam. Ia menegaskan bahwa negara-negara besar kini berlomba mengalihkan fokus pembangunan ke sektor kelautan.

"Negara-negara besar di dunia sedang berlomba mengalihkan fokus pembangunan ke lautan," ungkap China.

Baca Juga: Reza Pahlavi Tuntut Eropa Ikut Perang Iran-Amerika Serikat

China juga mendorong peningkatan infrastruktur di pulau-pulau yang diklaim, termasuk konektivitas dan akses logistik. Selama beberapa tahun terakhir, mereka telah membangun pulau buatan, landasan pacu serta fasilitas militer dalam wilayah sengketa di Laut China Selatan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar