Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pengakuan Pengemudi Taksi Listrik Green SM Diduga Jadi Penyebab Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Pengakuan Pengemudi Taksi Listrik Green SM Diduga Jadi Penyebab Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ini adalah pengakuan pengemudi taksi listrik Green SM Indonesia yang diduga menjadi penyebab tabrakan beruntun antara KRL vs KA Argo Bromo Anggrek.

"Ini ngunci langsung, saya mau nyalain, ga bisa, karena pas kereta mau lewat, 'tek' mati," kata pengemudi tersebut dari postingan https://www.instagram.com/reels/DXp-8OsjwT0/.

https://www.instagram.com/reels/DXp-8OsjwT0/

Sebelumnya, perusahaan penyedia jasa taksi listrik, Green SM Indonesia mengakui kendaraan operasionalnya terlibat atas insiden tabrakan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur.

Menanggapi insiden tersebut, manajemen Green SM Indonesia segera merilis pernyataan resmi kepada publik. Perusahaan menegaskan bahwa pihaknya menaruh perhatian penuh dan serius terhadap peristiwa nahas yang terjadi di kawasan perlintasan sebidang tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya, GM SM Indonesia menyatakan bahwa perusahaan telah mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," tulis manajemen Green SM Indonesia dalam pernyataan resminya.

Pihak Green SM menggunakan kesempatan ini untuk meyakinkan publik dan pelanggan mengenai standar operasional mereka. Perusahaan menekankan bahwa keamanan selalu menjadi landasan utama dalam setiap layanan yang diberikan.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," lanjut pernyataan tersebut.

Berikut pernyataan lengkap dari pihak Green SM Indonesia: 

Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas. Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.

Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan. Kami akan terus memberikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah diverifikasi. GM SM Indonesia.

Sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka akibat insiden kereta api di wilayah Stasiun Bekasi Timur. Hingga pukul 08.45 WIB, proses evakuasi dan penanganan para korban oleh tim gabungan masih terus berlangsung secara intensif.

Direktur UtaPrimaya, RS Mitra Plumbona (Persero), Bobby Rasyidin, mengonfirmasi pembaruan data korban tersebut. Seluruh korban meninggal dunia saat ini telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Sementara itu, 84 korban luka tengah mendapat perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat