Beda Kerja Sama! Xi Jinping Bahas Dagang dengan Trump, tapi Bahas Pendidikan dengan Putin
Kredit Foto: Sputnik/Kremlin/Ramil Sitdikov
Cina mengambil pendekatan berbeda dalam membangun hubungan internasionalnya dengan Amerika Serikat (AS) dan Rusia.
Dalam jamuan penyambutan untuk Presiden AS Donald Trump di Balai Agung Rakyat pada 14 Mei 2026, Xi Jinping menegaskan bahwa hubungan Cina-AS bergantung salah satunya pada kerja sama yang saling menguntungkan. Xi juga menilai masih terdapat ruang yang luas bagi kedua negara untuk bekerja sama dan mendorong keberhasilan bersama.
Selanjutnya, dalam pertemuan tertutup Xi dan Trump di kompleks Zhongnanhai, Beijing, pada 15 Mei 2026, Xi menekankan bahwa Cina dan AS perlu bekerja sama menghadapi tantangan global.
Pandangan tersebut sejalan dengan filosofi yang pernah disampaikan Xi kepada mantan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada 2024. Mengutip konsep harmoni tradisional Cina, Xi menyatakan bahwa pihak-pihak yang berada dalam satu "perahu" harus saling membantu.
Dalam pertemuan tingkat tinggi terbaru Xi dan Trump, kedua negara juga menyatakan kesiapan memperluas pertukaran di berbagai sektor. Bidang yang dibuka mencakup diplomasi, urusan militer, ekonomi dan perdagangan, kesehatan, pertanian, pariwisata, pertukaran budaya dan masyarakat, hingga penegakan hukum.
Sementara itu, hubungan Cina dengan Rusia menunjukkan fokus yang berbeda. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut prospek kerja sama pendidikan Rusia-Cina sebagai sesuatu yang "tidak terbatas" saat meluncurkan program pendidikan lintas angkatan bersama Xi Jinping dalam kunjungannya ke Beijing.
Xi menempatkan pendidikan sebagai "jembatan penting" yang menghubungkan masyarakat kedua negara dan memperkuat hubungan persahabatan.
Kerja sama Rusia-Cina juga terlihat konkret pada penguatan institusi pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Menurut Putin, kedua negara telah membentuk 15 asosiasi antaruniversitas serta terus memperluas hubungan akademik dan ilmiah.
Rencana lanjutan yang disiapkan mencakup peluncuran Institut Studi Inovasi antara Universitas St. Petersburg dan kampus-kampus di Tsinghua.
Baca Juga: Susi Pudjiastuti Komentari Aksi Intervensi Pemerintah pada Sektor Ekspor-Impor Lewat DSI
Program pendidikan lintas angkatan yang dijalankan kedua negara juga melibatkan sekolah, universitas, lembaga penelitian, profesor, hingga guru dari berbagai tingkatan.
Selain pendidikan, Rusia dan Cina memperluas kolaborasi melalui proyek sejarah Perang Dunia II yang ditujukan untuk mencegah distorsi peristiwa sejarah dan pembenaran ideologi Nazi.
Cina juga memperpanjang kebijakan bebas visa bagi warga Rusia hingga 31 Desember 2027 untuk mempermudah pertukaran personel antarnegara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: