Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pantau Tekanan China, Amerika Serikat dan Sekutu Dukung Panama

Pantau Tekanan China, Amerika Serikat dan Sekutu Dukung Panama Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat, Bolivia, Kosta Rika, Guyana, Paraguay dan Trinidad-Tobago merilis pernyataan bersama yang menegaskan dukungan terhadap kedaulatan Panama. Hal ini menyusul dugaan adanya tekanan terhadap negara itu dari China.

Dalam pernyataan bersama, mereka menyebut adanya gugaan mempolitisasi perdagangan maritim serta melanggar kedaulatan negara dalam kawasan dari Amerika Latin. Negara-negara itu mengaku memantau dengan cermat tekanan ekonomi yang dilakukan oleh China.

Baca Juga: Kalau Bersatu, China Janjikan Lonjakan Ekonomi ke Taiwan

“Kami memantau dengan kewaspadaan tekanan ekonomi yang ditargetkan oleh China. kami juga memantau tindakan terbaru yang memengaruhi kapal berbendera Panama,” bunyi pernyataan tersebut.

Panama menurut mereka merupakan pilar penting dalam sistem perdagangan maritim global. Negara tersebut menurutnya harus bebas dari tekanan eksternal, termasuk dari China.

“Panama harus tetap bebas dari tekanan eksternal yang tidak semestinya,” lanjut pernyataan itu.

Sebelumnya, Mahkamah Agung Panama membatalkan kerangka hukum yang mendukung konsesi pelabuhan kepada perusahaan dari CK Hutchison Panama Ports Company. Ia sebelumnya mengoperasikan terminal dari Balboa dan Cristobal di Terusan Panama.

CK Hutchison menolak putusan tersebut dan menuduh pemerintah setempat melakukan penyitaan aset secara ilegal. Perusahaan itu telah mengajukan arbitrase internasional dengan nilai klaim lebih dari US$2 miliar.

Setelah putusan pengadilan, dilaporkan terjadi peningkatan penahanan dan inspeksi terhadap kapal berbendera Panama di China. Langkah ini dinilai sebagai bentuk retaliasi terhadap keputusan Panama.

Terusan Panama sendiri menangani sekitar 5% perdagangan maritim global, menjadikannya jalur strategis yang sangat penting.

Kasus ini mencerminkan meningkatnya persaingan geopolitik antara Amerika Serikat dan China. Keduanya tengah berebut pengaruh ekonomi, terutama dalam pengaruh terhadap infrastruktur global.

Jika ketegangan berlanjut, potensi gangguan terhadap arus perdagangan global bisa semakin besar. Washington sebelumnya telah meningkatkan tekanan terhadap negara-negara untuk membatasi pengaruh dari China.

Baca Juga: China Diam-diam Bersiap Perang Dagang Lagi dengan Amerika Serikat

Dengan adanya sengketa hukum dan tekanan politik, masa depan pengelolaan pelabuhan di Panama masih belum jelas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar