Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Strategi Smesco Bawa UMKM Tembus Pasar Internasional

Strategi Smesco Bawa UMKM Tembus Pasar Internasional Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Smesco Indonesia berkomitmen membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar bisa menembus pasar global. Sepanjang tahun ini, bahkan sudah terdapat sekitar empat hingga enam UMKM binaan Smesco yang berhasil menembus pasar ekspor.

Kepala Divisi Bisnis Smesco Indonesia, Muhammad Anggiardi, mengatakan pendampingan ekspor saat ini memang menjadi salah satu fokus utama lembaganya agar UMKM nasional mampu bersaing di pasar luar negeri.

"Kalau ekspor di tahun ini, kita ada sekitar empat atau enam UMKM yang sudah ekspor. Banyak juga permintaan dari luar, saat ini masih jajaki kerja sama," kata Anggi saat berbincang dengan Wartaekonomi, di sela-sela acara Funding Day, di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Anggi mengakui sejumlah permintaan dari pembeli internasional terus berdatangan, salah satunya dari India. Negara tersebut, membutuhkan jenis sapu lidi asal Indonesia.

"India itu butuh semacam lidi-lidi gitu, sepu lidi gitu," ungkap dia.

Baca Juga: Bantu UMKM Naik Kelas, Smesco Tawarkan Biaya Sertifikasi Merek Hanya Rp1 Juta

Untuk memperluas peluang ekspor, Smesco juga bekerja sama dengan penyelenggara event internasional, termasuk partisipasi pada pameran global seperti Mega Halal Bangkok. Melalui skema ini, produk UMKM ditampilkan dalam pavilion khusus yang membawa identitas Smesco Indonesia.

Ia menjelaskan, keikutsertaan UMKM dalam pameran luar negeri dilakukan dengan pendekatan pendampingan, termasuk pemberian harga partisipasi yang lebih terjangkau dibanding peserta umum.

"Ada treatment khusus, misalnya ada special price, perbedaan harga dari penyewa umum dengan penyewa binaan Smesco, itu satu," kata dia.

Selain membuka akses pameran, Smesco juga memberikan pendampingan teknis agar UMKM memenuhi standar ekspor global.

Pendampingan tersebut mencakup pengurusan sertifikasi yang menjadi syarat masuk pasar internasional, seperti Good Manufacturing Practice (GMP), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), serta pengujian laboratorium produk.

Baca Juga: Smesco Indonesia Siapkan Sistem Laporan Keuangan Digital bagi UMKM

Proses sertifikasi tersebut difasilitasi dengan biaya yang disesuaikan dengan kemampuan pelaku UMKM agar tidak menjadi hambatan dalam ekspansi pasar.

"itu sertifikat-sertifikat yang diperlukan kalau mau ekspor. Kita juga mau menyediakan itu. Berbayar, tapi harganya worth, harganya UMKM. Untuk GMP dan HACCP itu sekitar 2 sampai 3 bulan prosesnya," pungkas dia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Fajar Sulaiman