Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Astra Bukukan Laba Rp5,85 Triliun di Kuartal I-2026

Astra Bukukan Laba Rp5,85 Triliun di Kuartal I-2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Astra International Tbk membukukan laba bersih Rp5,85 triliun pada kuartal I-2026. Angka ini turun 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,93 triliun.

Presiden Direktur Astra, Rudy, menyebut pelemahan kinerja terutama berasal dari lini usaha alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi.

"Pada kuartal I-2026, laba grup menurun terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi. Namun, bisnis-bisnis lainnya mencatatkan kinerja yang lebih baik, sehingga dapat mengimbangi sebagian dari penurunan tersebut,” ujar Rudy dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).

Dari sisi pendapatan, Astra membukukan Rp78,67 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini, turun 6 persen secara tahunan dibandingkan Rp83,36 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Genjot Penjualan, Astra Daihatsu SM Raja Hadirkan Event Promo dan Hadiah Menarik

Penurunan terjadi pada beberapa lini usaha utama. Pendapatan dari penjualan barang turun 7,1 persen menjadi Rp53,74 triliun, sementara segmen jasa dan sewa melemah 6,19 persen menjadi Rp16,43 triliun. Di sisi lain, bisnis jasa keuangan justru mencatat pertumbuhan 6,80 persen menjadi Rp8,49 triliun.

Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan juga ikut turun 4,72 persen menjadi Rp63,17 triliun, dibandingkan Rp66,30 triliun pada kuartal I-2025.

Rudy menilai ke depan kondisi pasar masih dibayangi ketidakpastian global, termasuk tensi geopolitik yang meningkat.

“Kami akan terus mengelola tantangan jangka pendek secara cermat dan disiplin, dengan tetap fokus dalam menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dari sisi neraca, total aset Astra tercatat Rp517,80 triliun hingga akhir kuartal I-2026, tumbuh 2,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Aset tersebut terdiri dari ekuitas sebesar Rp239,12 triliun dan liabilitas Rp224,68 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat