Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kasus Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur Naik Penyidikan, Sopir Taksi Green SM Diperiksa

Kasus Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur Naik Penyidikan, Sopir Taksi Green SM Diperiksa Kredit Foto: Kemenhub
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kasus tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur resmi naik ke tahap penyidikan, dengan 31 saksi telah diperiksa untuk mengungkap penyebab insiden yang menewaskan 16 orang dan melukai 90 lainnya.

Polda Metro Jaya meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan setelah mengantongi sejumlah bukti awal. Proses ini menandai pendalaman kasus untuk mengidentifikasi kemungkinan unsur kelalaian maupun pihak yang bertanggung jawab.

Baca Juga: Butuh Waktu 15 Menit Petugas untuk Bergegas Menolong Korban Kasus Tabrakan Kereta KRL Vs KA Argo Bromo

"Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap 31 orang," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dikutip di Jakarta, Minggu (3/5/2026).

Puluhan saksi yang diperiksa berasal dari berbagai pihak yang berkaitan langsung dengan kejadian di lokasi. Mereka meliputi pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, saksi di sekitar lokasi, korban, hingga petugas operasional PT KAI.

"Yang terdiri atas pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI, serta pihak-pihak lain yang mengetahui langsung peristiwa tersebut," jelasnya.

Penanganan kasus kini berada di bawah Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Sejumlah langkah investigasi telah dilakukan untuk memperkuat alat bukti dan merekonstruksi kejadian.

"Sejauh ini, penyidik telah melakukan cek tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, pendalaman rekaman CCTV, koordinasi dengan rumah sakit terkait korban, permintaan visum, serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak-pihak terkait lainnya," ucapnya.

Kecelakaan beruntun ini terjadi pada Senin (27/4) malam dan melibatkan beberapa rangkaian kereta.

Peristiwa bermula ketika sebuah taksi Green SM mengalami korsleting dan berhenti di tengah rel dekat Stasiun Bekasi Timur. Taksi tersebut kemudian tertabrak KRL yang melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta hingga membuat rangkaian berhenti di jalur.

Di sisi lain, KRL arah Cikarang yang sedang berhenti di stasiun terdampak kondisi tersebut. Dalam situasi itu, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta tidak dapat menghindar dan menabrak rangkaian KRL yang terhenti, menyebabkan kecelakaan beruntun dengan dampak fatal.

Baca Juga: Menhub Ungkap Kronologi Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi

Polisi masih terus mendalami rangkaian peristiwa ini untuk mengungkap penyebab pasti sekaligus memastikan akuntabilitas dalam tragedi yang menelan puluhan korban tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Aldi Ginastiar