Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Teken Kerja Sama Pertahanan, Indonesia Mau Beli Senjata dari Jepang?

Teken Kerja Sama Pertahanan, Indonesia Mau Beli Senjata dari Jepang? Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia dan Jepang menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan yang mencakup kolaborasi dalam sektor industri militer, pengembangan sumber daya manusia serta mitigasi bencana.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi di Jakarta.

Baca Juga: Jepang dan Vietnam Perkuat Kerja Sama Energi dan Mineral Kritis

Sjafrie mengatakan kedua negara sepakat memperkuat kerja sama strategis dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional masing-masing.

“Kami sepakat untuk mendorong kerja sama substantif di bidang industri pertahanan dan pengembangan personel dengan tetap mempertimbangkan kepentingan nasional masing-masing,” ujarnya.

Sementara Koizumi menyebut kesepakatan ini sebagai tonggak penting dalam hubungan bilateral kedua negara.

“Perjanjian ini merupakan kompas dan tonggak penting yang akan memandu kerja sama pertahanan antara kedua negara,” katanya.

Meski demikian, kedua pihak belum merinci secara detail bentuk kerja sama yang akan dijalankan dalam implementasinya.

Dalam pertemuan bilateral, kedua menteri juga membahas peningkatan kerja sama di bidang keamanan maritim, latihan militer bersama, serta pengembangan teknologi dan peralatan pertahanan.

Koizumi menilai kerja sama tersebut penting di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

“Di tengah situasi internasional yang semakin kompleks dan tegang, memperdalam kerja sama pertahanan antara kedua negara akan memberikan kontribusi signifikan bagi perdamaian dan stabilitas, tidak hanya bagi kedua negara tetapi juga kawasan,” ujarnya.

Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan terbaru dari Jepang. Tokyo baru saja mencabut larangan ekspor senjata ke luar negeri, sebagai bagian dari upaya memperkuat industri pertahanan nasionalnya.

Sebelumnya, Jepang mengumumkan perombakan terbesar aturan ekspor pertahanan dalam beberapa dekade dengan menghapus pembatasan penjualan senjata ke luar negeri dan membuka jalan bagi ekspor kapal perang, rudal dan senjata lainnya.

Langkah yang bertujuan untuk memperkuat basis industri pertahanan sembari berupaya untuk memperdalam hubungan dengan negara-negara lain untuk melawan pengaruh regional dari China.

Baca Juga: UMKM dan Ekonomi Kreatif Jadi Senjata Pemerintah Lawan Kemiskinan

"Tidak ada satu negara pun yang sekarang dapat melindungi perdamaian dan keamanannya sendiri, dan negara-negara mitra yang saling mendukung dalam hal peralatan pertahanan sangat diperlukan," kata Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar