Negara Asia Wajib Waspada, Chevron Peringatkan Krisis Minyak Akibat Penutupan Selat Hormuz
Kredit Foto: Pixabay/jdblack
Chevron memperingatkan bahwa dunia akan segera menghadapi kekurangan fisik pasokan minyak akibat penutupan Selat Hormuz. Hal ini akan panjang menyusul belum adanya penyelesaian konflik dari Amerika Serikat dan Iran.
Chief Executive Officer (CEO) Chevron, Mike Wirth mengatakan dampak gangguan pasokan mulai terasa secara nyata di pasar energi global.
Baca Juga: OPEC Akan Naikkan Produksi Minyak di Juni 2026
“Kita akan mulai melihat kekurangan fisik pasokan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa cadangan yang selama ini menopang pasar mulai menipis, termasuk stok komersial, kapal tanker bayangan yang menghindari sanksi, serta cadangan strategis nasional.
“Pasokan cadangan sedang terserap, sehingga permintaan harus menyesuaikan dengan pasokan yang terbatas,” katanya.
Menurutnya, konsekuensi dari kondisi tersebut adalah perlambatan ekonomi global.
“Permintaan harus turun untuk menyesuaikan pasokan. Ekonomi akan terpaksa melambat,” ujarnya.
Asia Menurut Wirth akan menjadi yang pertama terdampak karena sangat bergantung pada minyak dari Timur Tengah. Mereka nantinya disusul oleh Eropa. Amerika Serikat di sisi lain sebagai eksportir bersih minyak mungkin tidak terdampak langsung, namun tetap akan merasakan efek lanjutan.
Wirth memperingatkan bahwa dampak penutupan jalur minyak ini berpotensi sebesar krisis minyak pada 1970-an. Selat Hormuz menurutnya sangatlah penting untuk keberlangsungan pasokan energi dunia.
“Dampaknya berpotensi sebesar krisis energi pada 1970-an,” katanya.
Ia juga mencontohkan dampak langsung pada sektor transportasi, dengan menyebut kenaikan tajam harga bahan bakar jet telah memukul industri penerbangan.
“Lonjakan biaya bahan bakar telah memberikan tekanan besar pada sektor penerbangan,” ujarnya.
Baca Juga: China Lawan Sanksi Amerika Serikat Terkait Dugaan Beli Minyak Iran
Pernyataan tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa krisis energi global akibat konflik geopolitik dapat meluas menjadi tekanan ekonomi yang lebih besar dalam waktu dekat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: