Kredit Foto: SIG
Indrieffouny menyebut Reunion Island sebagai pasar potensial dengan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, sehingga membuka peluang ekspansi lanjutan untuk produk material bangunan lainnya.
“Di samping memperkuat pasar domestik, SIG juga terus memaksimalkan potensi pasar global untuk meningkatkan utilisasi dan pertumbuhan kinerja, serta menunjukkan kualitas produk SIG yang ramah lingkungan untuk berkontribusi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di berbagai negara,” ujarnya.
Dalam realisasinya, SIG menggandeng mitra strategis yang berfokus pada solusi konstruksi berkelanjutan, terutama untuk produk semen dengan emisi karbon rendah. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam merespons tuntutan pasar global terhadap produk ramah lingkungan.
Baca Juga: SIG Kurangi Penggunaan Batu Bara 467 Ribu Ton Lewat Bahan Bakar Alternatif
Baca Juga: SIG Garap Pasar Afrika, Ekspor 90.000 Ton Klinker
Sertifikasi CE yang dimiliki produk SIG menjadi faktor kunci dalam penetrasi pasar Eropa, mengingat standar tersebut merupakan persyaratan wajib untuk akses ke pasar Uni Eropa.
Melalui ekspansi ini, SIG tidak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga memperkuat posisi sebagai produsen semen berbasis keberlanjutan, seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap material konstruksi rendah emisi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: