Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menuju Kemandirian Energi, Swasta Kini Beli Solar dari Pertamina

Menuju Kemandirian Energi, Swasta Kini Beli Solar dari Pertamina Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perubahan pola distribusi bahan bakar minyak mulai terlihat seiring langkah pemerintah mendorong kemandirian energi nasional. Kebijakan ini ditandai dengan mulai beralihnya pasokan solar untuk SPBU swasta ke sumber dalam negeri.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut, badan usaha pengelola SPBU swasta kini telah membeli solar dari Pertamina. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menata ulang sistem distribusi BBM di Indonesia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman memastikan bahwa proses tersebut sudah berjalan. Ia menyebut interaksi antara pihak swasta dan Pertamina telah berlangsung sejak kebijakan diumumkan.

“Sudah, sudah. Kalau ditanya ke swasta pasti sudah ada (beli solar dari Pertamina),” ujar Laode dikutip dari ANTARA.

Menurutnya, sejumlah pertemuan telah dilakukan untuk memastikan transisi berjalan lancar.
Hasilnya, pembelian solar oleh SPBU swasta dari Pertamina kini telah terealisasi.

“Sebenarnya kan sejak diumumkan itu sudah dilakukan pertemuan-pertemuan. Sudah jalan,” katanya.

Hal ini menunjukkan adanya koordinasi intensif dalam masa peralihan kebijakan.

Langkah ini tidak terlepas dari penguatan kapasitas produksi dalam negeri melalui proyek strategis nasional. Salah satunya adalah Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Balikpapan.

Proyek tersebut memungkinkan peningkatan kapasitas pengolahan hingga 360 ribu barel per hari. Jumlah ini setara dengan sekitar seperempat kebutuhan bahan bakar nasional.

Dari sisi ekonomi, peningkatan kapasitas tersebut berpotensi mengurangi ketergantungan impor. Penghematan devisa diperkirakan mencapai Rp68 triliun per tahun.

Selain itu, kontribusinya terhadap perekonomian nasional juga dinilai signifikan. Nilainya bahkan diproyeksikan mencapai Rp514 triliun terhadap produk domestik bruto.

Dalam masa transisi, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Mulai dari kesiapan pelabuhan muat hingga penyesuaian volume dan spesifikasi bahan bakar.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Smelter, Bahlil Jajaki Impor Nikel dari Filipina

Upaya tersebut dilakukan agar tidak terjadi gangguan pasokan selama perubahan sistem berlangsung. Stabilitas distribusi menjadi fokus utama dalam implementasi kebijakan ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia turut mengonfirmasi kebijakan tersebut. Ia menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar sektor energi nasional.

Mulai beralihnya sumber pasokan ke dalam negeri, pemerintah berharap fondasi kemandirian energi semakin kuat. Perubahan ini juga diharapkan mampu menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat