- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Diversifikasi Bukan Lagi Pilihan, Prabowo Minta ASEAN Percepat Transisi Energi
Kredit Foto: Dok. BPMI
Presiden Prabowo Subianto meminta negara-negara ASEAN mempercepat transisi menuju energi alternatif di tengah ancaman ketidakpastian pasokan energi global. Seruan itu disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina.
Presiden didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat membahas penguatan ketahanan energi kawasan ASEAN.
Dalam forum tersebut, Prabowo menilai negara-negara ASEAN harus mulai mengurangi ketergantungan terhadap satu sumber energi. Menurutnya, ancaman gangguan pasokan energi global dapat terjadi dalam waktu panjang apabila kawasan tidak menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.
“Diversifikasi energi bukan lagi pilihan. Ini sangat penting, ini perlu. Kita harus bergerak lebih cepat. Kita harus melalui sumber alternatif dan kita harus mempersiapkan energi terbarukan,” ujar Prabowo Subianto dikutip dari ANTARA.
Pernyataan itu sejalan dengan sikap pemerintah Indonesia yang mulai mempercepat pengembangan energi alternatif di dalam negeri. Pemerintah saat ini mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 Gigawatt, peningkatan mandatori biodiesel menjadi 50 persen, hingga perluasan penggunaan kendaraan listrik.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan kondisi energi global saat ini sedang berada dalam fase yang tidak menentu. Karena itu, diversifikasi energi dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas energi nasional.
“Kondisi energi global saat ini sedang tidak menentu. Kita harus lakukan diversifikasi energi, agar ketika satu sumber energi sulit didapat, kita masih punya sumber energi yang lain,” kata Bahlil Lahadalia.
Pemerintah menilai Indonesia memiliki keuntungan karena mempunyai banyak sumber energi alternatif selain energi fosil. Potensi energi terbarukan itu dinilai dapat menjadi penopang ketahanan energi nasional di tengah ancaman krisis global.
Baca Juga: Pertamina dan Departemen Energi Amerika Serikat Perkuat Kerja Sama Pasokan dan Infrastruktur Energi
“Beruntung Indonesia memiliki banyak sumber energi alternatif selain fosil, yang juga berperan strategis pada upaya ketahanan energi,” ujar Bahlil Lahadalia.
Dalam pertemuan ASEAN tersebut, Indonesia juga mendorong negara-negara kawasan memperkuat kerja sama energi agar lebih siap menghadapi gangguan rantai pasok global. Pemerintah menilai ketahanan energi kawasan tidak bisa lagi dibangun secara reaktif, melainkan harus dipersiapkan melalui strategi jangka panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Istihanah
Tag Terkait: