Kredit Foto: Uswah Hasanah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap menutup perdagangan sepekan periode 4–8 Mei 2026 di zona hijau meski ambruk hampir 3% pada perdagangan terakhir pekan ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG selama sepekan naik 0,18% ke level 6.969,396 dari posisi pekan sebelumnya di level 6.956,804.
Namun, pada perdagangan Jumat (8/5/2026), IHSG ditutup jeblok 204,92 poin atau 2,86% ke level 6.969,39. Koreksi tajam tersebut menekan penguatan IHSG selama sepekan.
Di tengah tekanan pada akhir pekan, aktivitas perdagangan saham di BEI justru meningkat. Rata-rata volume transaksi harian mencatat kenaikan tertinggi sebesar 23,57% menjadi 45,86 miliar lembar saham dibandingkan pekan sebelumnya sebesar 37,11 miliar lembar saham.
Rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat 26,14% menjadi Rp23,06 triliun dari Rp18,27 triliun pada pekan sebelumnya.
Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian naik 9% menjadi 2,55 juta kali transaksi dari 2,34 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Kapitalisasi pasar BEI turut naik 0,19% menjadi Rp12.406 triliun dari Rp12.382 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca Juga: Saham Tambang Berguguran, IHSG Terkapar Dihantam Sentimen Royalti Minerba
Baca Juga: IHSG Berdarah di Akhir Perdagangan, Ini Daftar Saham Terparah
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Jeblok 2,86% ke 6.969 Tertekan Sentimen Global
Meski IHSG secara mingguan masih mencatat penguatan, investor asing tetap membukukan aksi jual bersih sepanjang tahun berjalan.
BEI mencatat investor asing pada perdagangan Jumat (8/5/2026) membukukan beli bersih sebesar Rp11,42 triliun. Namun secara akumulatif sepanjang 2026, investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp37,61 triliun.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: