Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Persija Main Dominan tapi Kalah, Buang 19 Peluang Saat Tumbang dari Persib

Persija Main Dominan tapi Kalah, Buang 19 Peluang Saat Tumbang dari Persib Kredit Foto: Persija.id
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dominasi permainan tidak cukup untuk membawa Persija Jakarta meraih kemenangan. Mereka justru harus mengakui keunggulan Persib Bandung meski tampil lebih agresif sepanjang laga.

Hasil akhir 1-2 menjadi pukulan bagi Persija dalam pertandingan tersebut. Kekalahan itu terasa pahit karena mereka sebenarnya unggul dalam banyak aspek permainan.

Secara statistik, Persija jauh lebih aktif dalam membangun serangan. Mereka mencatatkan hingga 19 tembakan ke arah gawang lawan.

Namun dari jumlah peluang tersebut, hanya satu yang berhasil dikonversi menjadi gol. Minimnya efektivitas di lini depan menjadi masalah utama yang tidak bisa dihindari.

Sebaliknya, Persib justru tampil lebih klinis dalam memanfaatkan peluang. Dari tujuh tembakan yang dilepaskan, dua di antaranya berbuah gol kemenangan.

Perbedaan efisiensi ini menjadi pembeda utama dalam pertandingan. Persib tidak membutuhkan banyak peluang untuk memastikan hasil maksimal.

Situasi ini mencerminkan kontras yang tajam antara kedua tim. Persija mendominasi permainan, tetapi gagal mengubahnya menjadi kemenangan.

Hal tersebut juga diakui oleh Fabio Calonego usai pertandingan. Ia menyebut timnya sebenarnya tampil lebih baik di atas lapangan.

“Di pertandingan ini, kami sudah menunjukkan bahwa permainan kami lebih baik di lapangan,” ujar Fabio saat konferensi pers setelah pertandingan.

Namun ia juga mengakui kelemahan utama timnya dalam penyelesaian akhir. “Kami memiliki banyak peluang untuk mencetak gol, tetapi tidak cukup efektif dalam memanfaatkannya,” lanjutnya.

Menurut Fabio, kondisi tersebut menjadi penyebab utama kekalahan Persija. Inefisiensi di depan gawang membuat keunggulan permainan tidak berarti.

Baca Juga: Polisi Gerebek Markas Judi Online Jaringan Internasional di Jakarta Barat

Kekalahan ini membawa dampak besar bagi Persija dalam persaingan musim ini. Mereka dipastikan gagal meraih gelar juara Super League 2025/2026.

Dengan dua laga tersisa, fokus kini beralih pada upaya menutup musim dengan hasil positif. Persija masih akan menghadapi Persik Kediri dan Semen Padang.

Fabio berharap timnya bisa segera bangkit dari hasil buruk ini. Ia menegaskan pentingnya menjaga mental dan menatap pertandingan berikutnya dengan kerja keras.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: