Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Raih Hasil Jasa Asuransi Rp461 Miliar, Tiga Sektor ini jadi Penopang Kinerja TUGU di Kuartal I 2026

Raih Hasil Jasa Asuransi Rp461 Miliar, Tiga Sektor ini jadi Penopang Kinerja TUGU di Kuartal I 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) baru saja mengumumkan kinerja kuartal I 2026. Anak usaha bidang asuransi umum PT Pertamina (Persero) tersebut mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja asuransi di tengah tantangan industri maupun ekonomi.

Mengacu pada laporan keuangan konsolidasi TUGU, pendapatan jasa asuransi tercatat mencapai Rp2,57 triliun, meningkat dari Rp2,42 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya atau tumbuh sekitar 6,2% secara tahunan.

Sejalan dengan itu, hasil jasa asuransi juga menunjukkan peningkatan menjadi Rp461 miliar dari Rp451 miliar pada Q1 2025, atau tumbuh sekitar 2,2% secara tahunan. Di sisi bottom line, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp265,6 miliar.

Dari sisi komposisi bisnis, terdapat tiga sektor utama yang menjadi penopang hasil jasa asuransi TUGU. Segmen kebakaran dan properti menjadi salah satu kontributor terbesar, disusul segmen lepas pantai (offshore) dan segmen pengangkutan atau marine cargo.

Cliff Nathaniel analis dari Panin Sekuritas menilai bahwa kinerja Q1 2026 mencerminkan posisi TUGU sebagai salah satu pemain utama di industri asuransi umum, khususnya dalam menangani risiko dengan kompleksitas tinggi. Menurutnya, portofolio bisnis yang terdiversifikasi menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas kinerja.

Baca Juga: Tugu Insurance Catat Hasil Investasi Rp717 Miliar, Tumbuh 61% di 2025

“Hasil jasa asuransi yang tetap positif dan tumbuh meski moderat menunjukkan kualitas underwriting yang baik apalagi portofolio bisnisnya terkenal dengan risiko yang kompleks dan di tengah kondisi makro yang menantang,” ungkap Cliff yang dikutip di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa kondisi tahun 2026 masih akan diwarnai tantangan eksternal, termasuk konflik geopolitik di Timur Tengah serta harga minyak yang tetap tinggi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman