Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Meutya Sebut Konektivitas Digital Harus Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Meutya Sebut Konektivitas Digital Harus Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pembangunan konektivitas digital tidak boleh hanya berfokus pada perluasan akses internet, tetapi juga harus mampu mendorong pertumbuhan masyarakat sekaligus menjaga keamanan ruang digital.

Menurut Meutya, pemerintah saat ini mengusung pendekatan baru dalam pembangunan digital nasional melalui konsep “3T”, yakni terhubung, tumbuh, dan terjaga.

“Kalau dulu kita bicara 3T terdepan-terluar saja. Namun, T3 di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini tidak hanya mencakup terhubung, tapi juga tumbuh dan utamanya terjaga,” ujar Meutya saat peresmian operasional Satelit Nusantara Lima di Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).

Meutya menjelaskan konektivitas digital harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, pemerintah tidak ingin pembangunan infrastruktur digital hanya menjadi proyek penyediaan jaringan tanpa manfaat sosial dan ekonomi yang jelas.

“Tidak ada pembangunan konektivitas yang perlu dilakukan kalau dia tidak berujung kepada pertumbuhan. Pertumbuhan manusianya, pertumbuhan ekonominya, dan pertumbuhan hal-hal yang tentu mengarah ke kebaikan,” jelasnya.

Selain pertumbuhan, Meutya juga menyoroti pentingnya menjaga ruang digital agar tetap aman bagi masyarakat. Ia mengingatkan konektivitas yang tidak dibarengi perlindungan dapat memicu berbagai dampak negatif, mulai dari konflik di media sosial, ancaman terhadap anak, hingga radikalisasi melalui platform digital dan gim daring.

“Tidak ada konektivitas yang perlu diperjuangkan kalau kita tidak bisa menjaga. Karena konektivitas itu justru dapat berujung kepada kemudaratan kalau tidak kita jaga,” katanya.

Baca Juga: Meutya Hafid: Bukan Sekadar Pengawasan, Kesadaran Diri jadi Kunci Bijak Bermedia Digital

Baca Juga: Meutya Hafid: Literasi Digital Tak Cukup Diawasi, Harus dari Kesadaran

Dalam kesempatan tersebut, Meutya mengungkapkan sekitar 80% populasi Indonesia atau setara 230 juta penduduk telah terkoneksi internet. Meski demikian, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperluas akses bagi sekitar 20% masyarakat lainnya, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Lebih lanjut, Meutya menilai kehadiran Satelit Nusantara Lima dapat mendukung upaya pemerintah memperkuat keterhubungan nasional sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi digital dan keamanan ruang siber Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri