Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Liburan ke Jogja Aman? Begini Temuan Menpar di Prambanan & Tugu

Liburan ke Jogja Aman? Begini Temuan Menpar di Prambanan & Tugu Kredit Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Memasuki momen libur panjang sekolah yang akan berlangsung sekitar Juni hingga Juli, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi salah satu destinasi yang mencuri perhatian.

Untuk memastikan kenyamanan dan keamanan layanan publik, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke Candi Prambanan dan Stasiun Tugu Yogyakarta.

“Saya melihat langsung kondisi di dua titik ini. Faktor keamanan dan kenyamanan menjadi perhatian utama seluruh pemangku kepentingan pariwisata, mulai dari sektor transportasi, destinasi wisata, hotel, restoran, hingga layanan pendukung lainnya, agar masyarakat mendapatkan pengalaman berwisata yang optimal,” kata Menpar, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Selasa (2/6).

Menpar Widiyanti mengawali kunjungannya dengan meninjau kawasan Candi Prambanan, salah satu kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang menjadi ikon pariwisata nasional.

Setibanya di lokasi, Menpar meninjau sejumlah titik layanan utama, di antaranya loket wisatawan nusantara (wisnus) dan loket wisatawan mancanegara (wisman), untuk memastikan proses pembelian tiket berlangsung cepat, tertib, dan efisien.

Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana di kawasan Candi Prambanan terpantau kondusif dan ramai dikunjungi wisatawan. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi pergerakan wisatawan menjelang musim liburan sekolah.

Menpar juga meninjau titik penjemputan buggy yang disediakan untuk memudahkan mobilitas pengunjung di kawasan candi. Selain itu, Menpar mengunjungi Museum Candi Prambanan dan Lapangan Brahma yang akan menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan rangkaian Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) 2026.

Selanjutnya, Menpar Widiyanti meninjau Stasiun Tugu Yogyakarta yang berada di pusat Kota Yogyakarta. Stasiun ini merupakan simpul transportasi kereta api yang menghubungkan Yogyakarta dengan berbagai kota besar di Pulau Jawa sekaligus menjadi salah satu ikon kebanggaan masyarakat Yogyakarta.

Menjelang libur sekolah, kawasan Stasiun Tugu tampak ramai oleh wisatawan dan pengguna jasa kereta api. Di lokasi ini, Menpar meninjau berbagai fasilitas layanan, termasuk sistem face recognition di pintu masuk stasiun yang berfungsi mempercepat proses boarding penumpang.

Selain itu, Menpar juga mengecek berbagai fasilitas pelayanan publik, seperti stasiun pengisian ulang air minum gratis, layanan penitipan barang, layanan penanganan barang hilang (lost and found), area bermain anak (playground), klinik kesehatan, hingga ruang laktasi.

Menpar turut mengapresiasi kehadiran etalase produk UMKM lokal yang difasilitasi KAI Wisata sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan transportasi.

“Kami mengapresiasi kesiapan PT Taman Wisata Candi (TWC) dan PT KAI Daop 6 yang terus berinovasi dalam menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat,” kata Menpar Widiyanti.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode puncak kunjungan wisata, KAI telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain penambahan armada kereta api, optimalisasi rangkaian kereta, serta penambahan petugas layanan di berbagai titik operasional.

Baca Juga: 15,39 Juta Wisman, Bali Jadi Jantung Pariwisata RI

Baca Juga: ASITA Bukan Sekadar Asosiasi, Tapi Motor Pariwisata RI

Optimalisasi layanan tersebut tercermin pada penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026, di mana KAI berhasil melayani lebih dari 5 juta penumpang atau meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Capaian tersebut menunjukkan komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang semakin andal sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya