Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AGI Khawatir Regulasi Digital Hambat Industri Game Lokal

AGI Khawatir Regulasi Digital Hambat Industri Game Lokal Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti

Di sisi lain, ia mengkhawatirkan bertambahnya regulasi akan memperpanjang tahapan yang harus dipenuhi pengembang lokal sebelum produk dirilis ke pasar.

“Karena saat kita melakukan proses kreatif itu, sudah ada type of implementation, kita juga jadi bingung dari awal. Terus nanti saat mau rilis lagi, akan ada step-step tambahan yang harus dilakukan,” katanya.

Menurut Shafiq, kondisi tersebut berpotensi membuat pengembang game Indonesia lebih memilih pasar luar negeri dibanding pasar domestik.

Baca Juga: BNPT Ungkap Rekrutmen Teroris Lewat Game, 112 Anak Terdeteksi

Baca Juga: Komdigi Apresiasi TikTok: 1,7 Juta Akun Anak Dinonaktifkan Sejak PP TUNAS Berlaku

Ia menilai jika regulasi terlalu kompleks, Indonesia berisiko semakin bergantung pada produk digital impor karena pelaku industri lokal enggan menjadikan pasar dalam negeri sebagai target utama.

Developer Indonesia itu lebih tidak menilai Indonesia sebagai target marketing potensial. Akhirnya kita kembali lagi menjadi market konsumtif, karena ada produk-produk yang diimpor,” ujar Shafiq.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri