Begini Cara Kapal Jepang Bisa Lolos Melintasi Selat Hormuz di Tengah Perang Iran-Amerika Serikat
Kredit Foto: Istimewa
Sebuah kapal tanker minyak yang dikelola perusahaan kilang terbesar Jepang, Eneos, berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman di tengah ketegangan kawasan Teluk Persia. Keberhasilan ini disebut tidak lepas dari intervensi diplomatik langsung pemerintah Jepang kepada Iran.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengungkapkan kapal berbendera Panama tersebut kini sedang berlayar menuju Jepang setelah berhasil keluar dari Teluk Persia.
Baca Juga: Kemnaker Perluas Peluang Magang Teknis Indonesia ke Miyazaki Jepang
Dalam pernyataannya di media sosial X, Takaichi mengatakan dirinya secara langsung meminta Presiden Iran Masoud Pezeshkian agar kapal terkait Jepang diizinkan melewati Selat Hormuz.
“Setelah kapal terkait Jepang berhasil melintas pada 29 April, kami memandang keberhasilan pelayaran kali ini sebagai perkembangan positif lainnya dari perspektif perlindungan warga Jepang,” kata Takaichi.
Ia menjelaskan proses diplomasi juga melibatkan Kedutaan Besar Jepang di Teheran dan dipimpin Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi.
“Sudah lebih dari dua bulan sejak insiden ini terjadi. Awak kapal terkait Jepang di Teluk Persia telah menghadapi tekanan besar, dan keluarga mereka pasti sangat khawatir,” ujarnya.
Berdasarkan data pelacakan kapal LSEG yang dikutip Reuters pada Kamis (14/5/2026), tanker yang dikelola Eneos tersebut membawa sekitar 1,2 juta barel minyak mentah Kuwait dan 700 ribu barel minyak Das Blend dari Uni Emirat Arab.
Sementara itu, data Kpler menunjukkan kapal diperkirakan tiba di Jepang pada 3 Juni mendatang.
Takaichi menyebut masih ada 39 kapal terkait Jepang yang tertahan di kawasan Teluk Persia. Salah satu kapal tersebut diketahui membawa tiga awak warga Jepang.
“Pemerintah akan terus secara aktif melakukan seluruh upaya diplomatik dan koordinasi agar semua kapal, termasuk yang terkait Jepang, dapat melewati Selat Hormuz secepat mungkin,” katanya.
Keberhasilan tanker Eneos ini menjadi kali kedua kapal terkait Jepang berhasil melintasi Selat Hormuz setelah sebelumnya kapal tanker Idemitsu Maru milik unit Idemitsu Kosan juga berhasil melewati jalur tersebut pada akhir April lalu dengan persetujuan pemerintah Iran.
Baca Juga: Isu Lakukan Pembiaran, Ini Respons Polisi Soal Dugaan Jaringan Pedofilia Jepang di Jakarta
Sebelum konflik di kawasan memanas pada akhir Februari, Jepang diketahui sangat bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk. Sekitar 95 persen impor minyak Jepang berasal dari wilayah tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: